Ujang Terus Berjuang Melawan Tumor, Kepala Puskesmas Parakansalak: Kami Tetap Berkomitmen

FOTO: Ujang Saepuloh penderita Tumor yang merupakan warga Kampung Cipayung RT 027/011, Desa Sukekersa, Kecamatan Parakansalak, terus berjuang untuk mendapatkan kesembuhan.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Ujang Saepuloh, seorang pria berusia 43 tahun yang tinggal di Kampung Cipayung RT 027/011, Desa Sukekersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, saat ini sedang menghadapi tantangan serius akibat penyakit yang dideritanya.

Tumor di lehernya terus membesar dari hari ke hari, mengganggu kesehariannya.

Menurut Kepala Puskesmas Parakansalak, Dr. Teddy Mulyadi, tim medis setempat tetap berkomitmen untuk menangani kondisi kesehatan Ujang secara berkelanjutan.

Dr. Teddy menjelaskan bahwa benjolan di leher kanan pasien kini seukuran kepala bayi. Pada pemeriksaan awal, Ujang sering merasakan nyeri dan pegal di punggung hingga lengan kanan, disertai kelemahan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga:  Meminimalisir Penularan Covid -19, Polres Sukabumi Kota Gencarkan Tracing

“Sejak tahun 2008, ketika pertama kali menemukan benjolan itu, Ujang memilih pengobatan herbal. Baru pada 2015, ia berobat ke RS Sekar Wangi dan dirujuk ke rumah sakit di Bandung,” kata Dr. Teddy.

Sejak rujukan tersebut, Ujang berulang kali pergi ke Bandung untuk perawatan, tetapi prosesnya terhambat karena keterbatasan biaya, sehingga pengobatan belum selesai sepenuhnya.

Baca juga:  Begini Kondisi Siti Robiah Gadis 14 Tahun Warga Surade Sukabumi, Kapus: Ini Penyakitnya

Pada 2020, ia kembali mencoba pengobatan di RS DKH, yang kemudian merekomendasikan perawatan lanjutan di RS Al-Iksan (Welas Asih) Bandung. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa tumor yang dideritanya bersifat jinak.

“Awal September tahun ini, kami telah dua kali mendampingi pasien dan merujuknya ke RS PMI Bogor. Pada 15 September, kami melakukan CT scan untuk memantau kondisinya lebih lanjut,” tambah Dr. Teddy.

Ia menekankan bahwa peran Puskesmas terbatas pada layanan medis dan penanganan dasar. Untuk transportasi, penggunaan ambulans belum memungkinkan karena prioritas darurat lain yang lebih mendesak.

Baca juga:  BIN Pusat Suplai 1000 Dosis Vaksin Jenis Moderna untuk Sukabumi 

“Kami siap mendampingi, tapi pengiriman dengan ambulans sulit dilakukan. Proses di rumah sakit sering memakan waktu lama, sehingga ambulans Puskesmas bisa terpakir berjam-jam, sementara Puskesmas masih menangani kasus gawat darurat seperti persalinan yang memerlukan respons cepat,” jelasnya.

Dr. Teddy juga menyatakan bahwa kasus Ujang bukanlah kondisi darurat, sehingga pasien bisa menggunakan kendaraan pribadi atau alternatif untuk kunjungan kontrol ke rumah sakit.

Pos terkait