LINGKARPENA.ID | Kondisi memprihatinkan sebuah bangunan sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengundang perhatian serius dari Bupati Sukabumi, Asep Japar, baru baru ini.
Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Cibolang, di Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh. Asep Japar juga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi fasilitas sekolah yang dinilainya jauh dari kata layak.
Dalam kunjungannya itu, Bupati menemukan sejumlah kerusakan ruang kelas dan tidak bisa digunakan secara optimal. Padahal, sekolah ini berada di lokasi perkotaan. Kondisi ini tentunya mengancam keselamatan siswa, juga terganggunya proses belajar mengajar.
“Saya sengaja datang langsung ke SDN Cibolang. Lokasinya strategis, dekat perbatasan kota. Tapi ternyata masih ada rusak dan ruang kelas yang tidak layak. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ungkap Asep Japar usai peninjauan.
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibolang, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, ini sangat memprihatinkan. Selain banyak genting yang bolong, palafon rusak, juga banyak kayu penyangga yang lapuk akibat termakan usia.
Informasi dihimpun bangunan SDN Cibolang yang berdiri tahun 1970 ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Namun kini kembali mengalami kerusakan.
Kondisi sekolah yang hampir roboh membuat kegiatan belajar mengajar terganggu. Dari enam ruangan yang ada, hanya dua yang masih bisa digunakan, sementara tiga ruangan lainnya rusak berat. Akibatnya, siswa terpaksa belajar secara bergantian.
SDN Cibolang merupakan satu-satunya sekolah dasar di Desa Mangkalaya. Sayangnya, minimnya perhatian dari pemerintah membuat kondisi sekolah semakin buruk. Hal ini juga berdampak pada menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di sana.
Kedatangan Asep Japar ke SDN Cibolang disambut antusias para siswa. Dihadapan mereka Asep Japar berjanji untuk segera membangun kembali SDN Cibolang.
“Insya Alloh dalam waktu dekat kita bangun ya, tapi tentunya kalian harus tetap belajar dengan semangat,” pungkas Asjap.






