Bangunan SDN Bihbul Tamanjaya Ambruk, Warga Berharap Segera Dibangun Kembali

LINGKARPENA.ID | Bangunan ruang kelas SD Negeri Bihbul, Kampung Bihbul RT 001/010, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 02.15 WIB.

 

Bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan berat hingga ambruk. Berdasarkan hasil assessment P2BK Kecamatan Ciemas, kondisi bangunan diduga dipengaruhi struktur bangunan yang sudah lapuk, terutama bagian kayu yang mengalami pengeroposan. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya pergerakan tanah pascagempa yang terjadi sekitar sepekan sebelumnya.

 

P2BK Kecamatan Ciemas, Airlangga, mengatakan pihaknya langsung melakukan assessment setelah menerima laporan mengenai kondisi bangunan sekolah tersebut.

 

“Dari hasil assessment, bangunan mengalami kerusakan berat dan ambruk. Kondisi struktur bangunan yang sudah lapuk dan kayu yang keropos diduga menjadi salah satu faktor, ditambah adanya pergerakan tanah pascagempa,” ujar Airlangga kepada lingkarpena. id, Rabu ( 23/9/2026 ).

Baca juga:  Bangunan Laboratorium SMP Negeri 2 Cibitung Kondisinya Memperihatinkan

 

Menurutnya, dalam penanganan di lokasi, P2BK bersama Pemerintah Desa Tamanjaya, Tagana, PMI, Babinsa, Babinkamtibmas, unsur kecamatan serta warga sekitar melakukan pengecekan dan membantu membersihkan material sisa bangunan.

 

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat bangunan ambruk, aktivitas belajar mengajar belum berlangsung karena kejadian terjadi pada dini hari.

 

Meski demikian, ambruknya ruang kelas tersebut membuat kegiatan pendidikan di sekolah harus mendapat perhatian serius. Kondisi bangunan yang tidak lagi dapat digunakan membutuhkan penanganan dan pembangunan kembali agar proses belajar para siswa dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Baca juga:  Jaga Nilai Kearifan Lokal Budaya Adiluhung, SMPN 1 Cidolog Ajarkan Murid Kesenian Tradisional

 

Pihak sekolah dan wali murid berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi terhadap kondisi tersebut, khususnya pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk.

 

Wali murid berharap proses penanganan tidak berlangsung terlalu lama. Mereka menginginkan anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di tempat yang layak dan aman, tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.

 

“Harapannya ruang kelas ini segera dibangun kembali, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” menjadi harapan yang disampaikan wali murid.

Baca juga:  Perguruan YASTI Sukabumi Gelar Penerimaan Siswa Baru 2022-2023, Ini Kata Asep Ikhwan

 

Pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah terkait kebutuhan pembangunan kembali ruang kelas tersebut. Selain untuk memastikan keselamatan siswa dan guru, keberadaan ruang kelas yang layak menjadi kebutuhan penting agar kegiatan pembelajaran tidak terganggu.

 

Sementara itu, berdasarkan laporan P2BK Ciemas, kerugian material akibat kejadian tersebut masih dalam proses penghitungan. Kebutuhan mendesak yang diajukan berupa material untuk membangun kembali ruang kelas.

 

P2BK Ciemas bersama unsur terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan pascakejadian serta tindak lanjut terhadap kondisi bangunan sekolah tersebut.

 

Pos terkait