LINGKARPENA.ID | Jagat media sosial di wilayah Pajampangan sempat dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto kebakaran yang dinarasikan terjadi di Pertigaan Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Foto tersebut diunggah oleh seorang konten kreator bernama Ahmad Sawili melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (8/1/2026).
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran warganet, khususnya masyarakat Pajampangan, lantaran dikaitkan dengan peristiwa kebakaran di lokasi strategis. Namun belakangan diketahui, informasi yang disertai foto tersebut tidak benar atau hoaks.
Menindaklanjuti kegaduhan yang terjadi, Ahmad Sawili akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa foto kebakaran yang diunggahnya bukan merupakan kejadian di Pertigaan Waluran.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sampurasun warga Jabar. Kami klarifikasi tentang foto anu beredar. Kami dibagikan tentang kebakaran di perapatan Waluran, itu hoaks,” ujar Ahmad Sawili dalam video klarifikasinya.
Ia menjelaskan bahwa foto tersebut diperolehnya dari sebuah grup media sosial, lalu diunggah ulang tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Akibat unggahan tersebut, ia mengaku mendapat tekanan dan ancaman dari sejumlah pihak.
“Foto yang saya bagikan itu dari grup dan saya posting ulang. Akibat itu saya ada yang mengancam. Sekarang fotonya sudah saya hapus,” ungkapnya.
Ahmad Sawili pun menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada masyarakat Pajampangan dan jajaran petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Sukabumi yang terdampak akibat informasi keliru tersebut.
“Oleh karena itu saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia seluruhnya, terutama warga Pajampangan. Dan saya memohon maaf kepada Damkar Jampang Kulon, Damkar Pelabuhanratu, Cibadak, Surade, dan Damkar Cimas,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga baginya agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial.
“Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi dan saya tidak akan melakukannya kembali. Saya bagikan foto itu tadi pagi,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ahmad Sawili kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh petugas pemadam kebakaran di Jawa Barat serta masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan.
“Mohon maaf dan sebesar-besarnya bila ada kesalahan kata. Mohon maaf buat Damkar seluruh yang ada di Jawa Barat karena saya sudah bikin geger. Saya dari Ahmad Sawili sebagai konten kreator dari Pajampangan mohon maaf sebesar-besarnya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.






