Viral, Warga Sukabumi Bawa Jenazah Lewati Sungai

FOTO: Viral warga Pajampangan membawa jenazah menuju Pemakaman melewati Sungai, pada Rabu, 20 Agustus 2025.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah warga di Kampung Tanjung RT 03/02, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terpaksa membawa jenazah menyeberangi sungai. Hal tersebut dilakukan lantaran tak ada akses jembatan.

Warga pembawa keranda mayat pun harus bertaruh nyawa demi membawa jenazah ke tempat pemakaman yang berada di seberang sungai.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/8/2025) sekira pukul 16.30 WIB. Peristiwa itu beredar di media sosial. Dalam video amatir, sejumlah warga terlihat sedang membawa jenazah menyeberangi sungai.

Video berdurasi singkat itu memperlihatkan perjuangan warga memikul keranda agar sampai di seberang sungai.

Baca juga:  Diduga Rem Blong, Tronton Nyungsep di Teugalbuleud Polisi Langsung Cek TKP

Dalam video yang beredar juga terlihat perempuan dan anak anak turut dalam rombongan pembawa jenazah melintasi aliran sungai Cikarang.

Keberadaan Sungai Cikarang membelah dua desa dan dua kecamatan, yakni Desa Tanjung Kecamatan Jampangkulon dan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.

Kepala Desa Tanjung, Dasep mengatakan, warga terpaksa membawa jenazah menyeberangi sungai lantaran tak ada akses jembatan menuju tempat pemakaman umum yang letaknya berada di seberang sungai, di Kampung Cibungur, Desa Mekarmukti.

Menurut dia, tempat pemakaman di Kampung Tanjung berada di Kampung Cibungur, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran.

Baca juga:  Tokoh Pajampangan Soroti Alih Fungsi Hutan di Wilayah Selatan Sukabumi

Untuk menuju ke tempat tersebut hanya bisa dilalui lewat jembatan. Namun jembatan satu satunya yang ada hancur di terjang banjir pada Desember 2024 lalu, sehingga untuk menuju TPU warga harus turun menyeberangi sungai.

”Saat musim hujan seperti sekarang ini, sungai meluap dan airnya cukup deras. Aksesnya susah karena enggak ada jembatan,” kata Dasep kepada lingkarpena.id Rabu (20/8).

Menurut dia, keberadaan jembatan gantung sangat vital sebagai akses pertanian, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Sayangnya, sampai sekarang belum ada bantuan pembangunan jembatan dari pemerintah.

Baca juga:  Puluhan Pelajar SMK Berikut Celurit Diamankan Polisi Dikawasan Geopark

Dipaparkan Dasep, saat bencana Desember 2025, jembatan tersebut hancur diterjang banjir. Kemudian dibangun kembali melalui swadaya masyarakat.

Namun sayang, jembatan tak berumur panjang. Pada bencan Maret 2025 jembatan itu kembali rusak tergerus banjir dan hingga kini belum dibangun kembali.

Ia sangat berharap, pemerintah dapat membangun jembatan agar warga tak lagi menyeberangi sungai saat membawa jenazah ke tempat pemakaman umum tersebut.

“Harapannya ya minta pemerintah itu membantu membuat akses jembatan menuju tempat pemakaman,” pungkasnya.

Pos terkait