Wabup Andreas Apresiasi Program Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bhayangkari

FOTO: Wabup Andreas saat bersama Kapolres Sukabumi dan Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Polres Sukabumi meluncurkan program penguatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Bhayangkara, Palabuhanratu, pada Senin (24/2/2025).

Program unggulan Bhayangkari ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan serta program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Kegiatan peluncuran dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Kepala Perangkat Daerah, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi Penyidik, Polres Sukabumi Gelar Pelatihan Teknis Reserse

Secara virtual, Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo meluncurkan program P2L secara serentak di seluruh Indonesia.

Ketua Umun Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo menyampaikan bahwa program P2L merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal.

“Kami berharap program ini dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta meningkatkan gizi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca juga:  Musyda Ke-12 Pemuda Muhammadiyah, Yandra Utama Santosa Mendulang Suara Terbanyak

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas, mengapresiasi terhadap inisiatif Bhayangkari dan Polres Sukabumi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“P2L merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi,” ungkapkannya.

Wabup berharap melalui program ini masyarakat bisa terinspirasi untuk mengembangkan kebun pangan mandiri, sehingga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sukabumi semakin kuat.

Baca juga:  Polres Sukabumi Kota Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa dengan Humanis

“Semoga melalui program ini semakin banyak keluarga yang dapat mengembangkan kebun pangan mandiri,” pungkasnya.

Pos terkait