LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas fasilitas publik sebagai bagian dari upaya membangun kota yang sehat dan inklusif. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kondisi infrastruktur di kawasan Lapang Merdeka, Jumat (13/6/2025), usai mengikuti kegiatan olahraga bersama.
Didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Sukabumi, kegiatan olahraga tersebut sekaligus menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap keberlangsungan fungsi ruang publik utama di pusat kota.
“Fasilitas publik yang layak adalah hak warga dan fondasi kota yang sehat,” tegas H. Ayep Zaki di sela-sela peninjauan.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi beberapa sarana yang dinilai kurang layak, seperti jalur jogging yang retak, bangku taman yang usang, hingga peralatan olahraga yang tidak lagi memadai. Menurutnya, Lapang Merdeka memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai ruang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang terbuka dan inklusif.
“Revitalisasi ini akan kami jadikan prioritas. Fasilitas publik yang baik bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup warganya,” ujar Ayep Zaki.
Ia menambahkan, revitalisasi tidak akan berjalan efektif tanpa kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi akan menyusun perencanaan secara matang dan melibatkan berbagai pihak agar program peningkatan fasilitas ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa peninjauan ini bukanlah langkah simbolis, melainkan akan ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret yang berpihak pada kenyamanan dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui revitalisasi ini, kami berharap masyarakat semakin terdorong untuk menjalani pola hidup sehat, aktif, serta turut menjaga dan merawat ruang-ruang publik sebagai bagian dari identitas kota,” tambahnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah awal Pemkot Sukabumi dalam merancang tata kelola ruang publik yang lebih manusiawi, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter : Rizky Apriliana
Editor : Redaksi






