Kota Sukabumi Siapkan Ekonomi Kreatif agar Tak Sekadar Jadi Kota Perlintasan Tol

Foto : ist

LINGKARPENA.ID| Rencana pembangunan jalan tol yang akan meningkatkan konektivitas wilayah menjadi perhatian DPRD Kota Sukabumi. Komisi II DPRD Kota Sukabumi menilai kehadiran infrastruktur tersebut harus diimbangi dengan penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata agar Kota Sukabumi tidak hanya menjadi daerah yang dilewati wisatawan.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) serta Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Sukabumi di Kantor Dispora Kota Sukabumi, Selasa (23/6/2026).

Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Raden Koesoemo Hutaripto, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing daerah di tengah meningkatnya akses transportasi menuju berbagai destinasi di Jawa Barat.

“Kami dari Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Dispora dan Komite Ekraf membahas langkah-langkah penguatan ekonomi kreatif serta regulasi yang dapat mendukung perkembangan ekraf di Kota Sukabumi. Kami tetap mengedepankan pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Raden Koesoemo.

Baca juga:  KPU Kota Sukabumi Gelar Rapat Pleno Terbuka, Ini Hasilnya

Menurutnya, Kota Sukabumi perlu membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun investor. Ekosistem tersebut harus didukung oleh berbagai sektor yang saling terintegrasi.

“Kita harus mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Seluruh program dan kebijakan perangkat daerah harus saling mendukung. Mulai dari sektor pariwisata, infrastruktur, aksesibilitas, akomodasi, hingga berbagai aktivitas penunjang lainnya harus terintegrasi dalam satu visi pembangunan ekonomi kreatif,” katanya.

Baca juga:  Dua Anggota Bhayangkari Polres Sukabumi Kota Dapat Penghargaan

Ia menjelaskan bahwa pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif dapat dilakukan melalui pendekatan 5A, yakni Attraction (daya tarik), Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas), Accommodation (akomodasi), dan Activities (aktivitas). Kelima aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Sukabumi.

Selain itu, Raden Koesoemo mengingatkan bahwa Kota Sukabumi memiliki modal historis sebagai kota wisata dan kota heritage yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda. Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan sebagai kekuatan utama daerah.

“Secara historis, Kota Sukabumi memiliki potensi besar sebagai kota wisata. Ini merupakan warisan yang harus terus dikembangkan. Sarana dan prasarana pendukung ekonomi kreatif serta pariwisata harus diperkuat agar mampu menarik wisatawan dan investor,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan jalan tol harus menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, bukan justru membuat Kota Sukabumi kehilangan potensi kunjungan.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi, Apresiasi Dinkes Turunnya Angka Stunting

“Jangan sampai nanti dengan adanya jalan tol, Kota Sukabumi hanya menjadi kota yang dilewati. Orang bisa langsung menuju Pelabuhanratu, Cianjur, atau daerah lainnya tanpa singgah di Kota Sukabumi. Karena itu, kita harus menyiapkan daya tarik yang kuat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata,” tegasnya.

Melalui penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, DPRD berharap Kota Sukabumi mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana Kota Sukabumi menjadi lebih maju, masyarakatnya semakin sejahtera, roda perekonomian bergerak lebih kuat, dan Pendapatan Asli Daerah terus meningkat,” pungkasnya.

Penulis : M. Rizky A

Editor : Redaksi

Pos terkait