Warga Jampangkulon Meninggal Usai Cekcok Dengan Tetangga

Gambar ilustrasi jenazah: ist/net

LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Ciranjang RT 005/001, Desa Cikaranggeusan, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di area persawahan, Kamis (12/2/2026) pagi, sekira pukul 07.30 WIB.

 

Korban diketahui berinisial Ln (64) Tahun. Ia merupakan seorang petani yang diketahui warga setempat.

 

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga sempat terlibat adu mulut dengan seorang pria bernama Sn di sekitar area sawah dekat rumah Sn. Seusai cekcok tersebut, korban lalu meninggalkan lokasi, namun kemudian diikuti oleh beberapa orang hingga diduga terjadi pemukulan yang menyebabkan korban mengalami kondisi kritis.

Baca juga:  Ruas Jalan Kabupaten di Desa Cikarang Cidolog Kembali Tertutup Longsor

 

Istri korban, Hindun (52), mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali menerima kabar duka dari tetangganya yang datang langsung ke rumah. Menurutnya, Saat ditemukan, korban disebut sudah tidak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

 

“Suami saya ditemukan warga sudah meninggal dunia, tangan dan kaki dalam keadaan terikat. Jasadnya dibiarkan tergeletak di sawah,” ujar Hindun.

Baca juga:  Pengendara Motor Tewas Terlindas Bus di Jalan Raya Cibadak Sukabumi

 

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jampangkulon untuk pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya lebam di pipi kiri dan kanan, pelipis, mulut, serta luka di bagian belakang kepala tepatnya di belakang telinga kanan. Selain itu, terdapat pembengkakan pada bagian belakang kepala disertai deformitas, diduga akibat hantaman benda tumpul.

Baca juga:  Warga Jampangkulon Ditemukan Tergelantung Tak Bernyawa di Kota Sukabumi

 

Untuk pemeriksaan lanjutan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Jampangkulon.

 

Sementara itu, pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut dan masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat.

 

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang.

Pos terkait