Warga Wanasari Surade, Gotong-royong Rehab Rumah Empud

Antusias warga desa Wanasari Surade saat membuat bahan material untuk rehab rumah Empud, secara bergotong royong.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Cerita pilu kehidupan keluarga Empud (62) dan putrinya, Novi (12), warga Kampung Sindanghayu RT 06/03, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat simpati tetangganya.

Seperti diberitakan Lingkar pena.id beberapa waktu lalu, Novi ( 12 ) pelajar kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Banjarsari Surade ini , setiap harinya sepulang sekolah disibukan dengan kegiatan lain, mengurus rumah dan merawat ayahnya, Empud, yang sudah dua tahun mengalami stroke.

Semenjak ibunya meninggal lima tahun lalu dan ayahnya mulai sakit sakitan bahkan terkena stroke, kini Novi harus berperan ganda, mengurus rumah dan merawat ayahnya.

Baca juga:  Bantuan untuk Empud dan Novi Warga Surade Terus Mengalir

Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, kata Aden (42) tetangganya, terkadang itu dibantu oleh para tetangganya.

“Alhamdulilah para tetangga suka memberi bahan makanan alakadarnya. Kadang untuk pakaiannya pun suka saya kasih, kebetulan anak saya seusia dengan Novi, mereka berteman,” jelas Aden kepada lingkar pena.id Minggu (31/3/2024).

Lebih lanjut kata Aden, Novi terkadang suka membantu mengasuh bayi tetangga. Atau kalau hari libur suka menawarkan jasa sebagai kuli petik cabe milik Aden.

“Sebenarnya saya tidak meminta atau menyuruh anak itu untuk jadi pemetik cabe, tapi karena dia yang memintanya ya saya iyakan, kasihan. Dan bayarannya pun suka saya lebihkan, dapat dua kilo gram saya kasih Rp 15 ribu, kalau pemetik yang lain tidak sebesar itu,” terangnya.

Baca juga:  Persinggahan dan Kisah Pilu Hidup Mak Yati, Perlu Perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi

Kepala Desa Wanasari Irwan Sudarmi, S.pd ketika diminta tanggapannya menuturkan, saat ini pihaknya tengah membahas dan akan menindaklanjuti terkait kondisi keluarga Empud.

“Insyaallah kami bersama warga yang lain saat ini tengah menyiapkan material untuk perbaikan rumah Empud. Untuk saat ini anggaran desa belum ada, saya akan menindaklanjuti dengan mengajukan ke pihak dinas terkait, sementara saya biaya dengan uang pribadi,” paparnya.

Baca juga:  Aliansi Bandung Cinta Damai Dirikan 10 Tenda Bencana Gempa Cianjur

Menurut keterangan Irwan, Empud sampai saat ini masih tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) aktip bansos BPNT. Dan Novi pun terdata sebagai penerima program PIP di sekolahnya.

Diketahui, Empud dan anak perempuannya Novi, kini menempati rumah yang kondisinya memperihatinkan. Kondisi itu menurut Kadus Ridwan, selain memang usia rumah yang sudah tua, juga belakangan rumah tersebut sempat ditinggal Empud dan anaknya yang pindah sementara ke anak Empud di luar kampung.

Pos terkait