Wisatawan Asal Jakarta Timur Hilang Terseret Ombak di Pantai Kebon Kalapa, Cisolok

LINGKARPENA.ID | Liburan seorang wisatawan asal Jakarta Timur berubah menjadi tragedi di Pantai Kebon Kalapa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (21/9/2025).

 

Awwal Salas Al Faruq (20) dilaporkan hilang terseret ombak kuat saat sedang berenang di tepi pantai sekitar pukul 10.30 WIB. Insiden ini memicu respons cepat dari tim SAR gabungan yang kini tengah melakukan operasi pencarian besar-besaran.

 

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, S.E., M.H., QGIA., QIA., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi ini, menjelaskan kronologi kejadian.

 

“Korban yang diketahui bernama Awwal Salas Al Faruq (20) berdasarkan keterangan dari Balawista setempat sedang berenang di tepi pantai, namun tiba-tiba terseret arus ke tengah perairan,” ujarnya.

Baca juga:  Damkar Sagaranten Evakuasi Ular King Kobra dan Biawak dalam Sehari, Warga Diimbau Waspada

 

Arus bawah laut yang kuat di perairan selatan Jawa seringkali menjadi ancaman serius bagi para pengunjung pantai yang kurang waspada. Mendapatkan informasi mengenai insiden ini, personel Kantor SAR Jakarta melalui Pos SAR Sukabumi segera bergerak menuju lokasi kejadian.

 

Mereka mengerahkan tim penyelamat dengan peralatan SAR air lengkap. “Kami kerahkan personel rescue dari Pos SAR Sukabumi dengan peralatan SAR air lengkap bersama unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban,” tegas Desiana.

 

Fokus pencarian hari ini meliputi penyisiran perairan Pantai Kebon Kalapa hingga radius 3 * Nautical Mile* (NM) dari lokasi terakhir korban terlihat. Untuk memaksimalkan upaya, tim menggunakan perahu karet dan perahu nelayan setempat. Tidak hanya di perairan, pencarian juga diperluas dengan pengamatan visual.

Baca juga:  Banjir Limpasan dan Longsor Dapuran Bambu Terjang Dua Kecamatan di Kota Sukabumi

 

“Pencarian juga dilakukan dengan pengamatan secara visual baik melalui jalur darat di sepanjang bibir pantai maupun jalur udara dengan menggunakan drone,” tambah Desiana.

 

Penggunaan drone diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dan membantu mendeteksi keberadaan korban dari ketinggian.

 

Puluhan personel SAR gabungan telah dikerahkan dalam operasi ini, menunjukkan keseriusan dan koordinasi yang kuat antarinstansi. Tim tersebut terdiri dari berbagai elemen vital, termasuk Pos SAR Sukabumi, Polair Polres Sukabumi, Polsek Cisolok, Balawista Cisolok, Saka SAR Sukabumi, dan HNSI Palabuhan Ratu.

Baca juga:  Dua Wisatawan Hilang di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan, Tim SAR Serahkan Jenazah ke Keluarga

Kolaborasi ini sangat penting mengingat luasnya area pencarian dan tantangan kondisi perairan.

 

Insiden ini kembali mengingatkan para wisatawan akan bahaya berenang di pantai dengan ombak besar dan arus kuat, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa.

 

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peringatan dan instruksi dari petugas pantai demi keselamatan bersama. Operasi pencarian Awwal Salas Al Faruq akan terus dilanjutkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Pos terkait