Yulius Setiarto: Empat Pilar Kebangsaan Harus Terus Digemakan di Tengah Arus Digital

LINGKARPENA.ID | Nilai-nilai kebangsaan dinilai semakin penting untuk terus ditanamkan di tengah masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi pada era digital.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III, Yulius Setiarto, saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rumah Marhaen, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A. Ak., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Raden, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Dapil VI Anang Janur, kader PDI Perjuangan, serta sejumlah undangan lainnya.

 

Yulius menjelaskan, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan program MPR RI yang menjadi bagian dari kewajiban setiap anggota MPR untuk turun langsung ke masyarakat dan memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  Hadiri Diskusi Publik, Caleg PKB DPR RI Sabrina Ristawan Inginkan Buat Perubahan

 

Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

 

“Kegiatan ini namanya Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Ini adalah program dari MPR, sehingga setiap anggota MPR memiliki kewajiban untuk turun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi. Kenapa ini penting? Karena empat pilar kebangsaan ini adalah sokoguru berdirinya Republik. Maka harus selalu digemakan, digaungkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Yulius.

 

Ia menilai, semakin masyarakat mengetahui, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin kuat pula soliditas dan solidaritas sebagai sesama anak bangsa.

 

Yulius menegaskan, Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori maupun dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:  KPU Kabupaten Sukabumi Lunjurkan Jingle dan Maskot Pilkada 2024

 

“Kalau masyarakat tahu, paham dan mengerti, maka soliditas dan solidaritas kita sebagai sesama anak bangsa akan semakin kuat. Nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku kita, seperti menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah,” katanya.

 

Lebih lanjut, Yulius berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai proses pembangunan di daerah.

 

Ia menilai, masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan, termasuk melalui penyampaian aspirasi dan partisipasi aktif dalam berbagai program pemerintah.

 

“Harapannya tentu saja dengan kegiatan ini masyarakat, khususnya di Jampangkulon dan wilayah Pajampangan, bisa semakin terlibat dalam setiap gerak pembangunan yang ada di Sukabumi. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga ikut berperan dan menyampaikan aspirasinya,” ungkapnya.

Baca juga:  Hasil Pleno Golkar, Asep Japar dan Ketua Baznas Melenggang ke Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024

 

Yulius juga menekankan pentingnya komunikasi antara masyarakat dengan para wakil rakyat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, pertemuan langsung seperti Sosialisasi Empat Pilar menjadi ruang untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

“Pertemuan seperti ini penting karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Aspirasi itu harus diserap, dikawal dan diperjuangkan secara berkelanjutan melalui jalur yang tersedia,” ujarnya.

 

Ia berharap pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dapat semakin memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman latar belakang, pandangan, maupun kepentingan.

 

“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita harus mampu hidup berdampingan, saling menghormati dan bergotong royong untuk membangun daerah serta bangsa,” pungkas Yulius.

Pos terkait