LINGKARPENA.ID | Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasuki semester pertama dengan catatan kepuasan publik yang tinggi. Survei resmi dari Indo Data Mandiri (IDM) dan Lembaga Kajian Publik Indonesia (LKPI) menunjukkan angka kepuasan berada di kisaran 79–81%, menandakan penerimaan positif masyarakat terhadap kebijakan yang dijalankan.
Dari sudut pandang sosial, Ruslan Raya menilai capaian ini sebagai bukti bahwa kebijakan Prabowo mulai menyentuh kebutuhan mendasar rakyat. Program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta pengendalian harga sembako dianggap sebagai langkah nyata yang bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sosial jangka panjang untuk membentuk generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Ruslan melihat keberhasilan Prabowo tercermin dari beberapa indikator penting: penegakan hukum dan antikorupsi yang semakin konkret, stabilitas ekonomi yang memberi rasa aman bagi masyarakat kecil, serta komunikasi publik yang lebih terbuka dan mudah dipahami. Menurutnya, hal ini memperkuat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sekaligus menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada masyarakat luas.
Meski demikian, Ruslan memberikan catatan evaluasi agar kinerja pemerintahan semakin kuat. Ia menekankan perlunya pemerataan manfaat ekonomi agar tidak hanya dirasakan sebagian kelompok, pengawasan ketat terhadap birokrasi pusata dan tingkat desa untuk menjaga integritas, serta penyampaian kebijakan yang lebih sederhana agar tidak menimbulkan spekulasi. Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan generasi muda sebagai investasi jangka panjang dan transparansi evaluasi pemerintah agar publik mendapat gambaran jelas mengenai capaian maupun kendala.
Di akhir pandangannya, Ruslan Raya menegaskan bahwa kinerja positif Prabowo menuju Mubarokah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Ia berharap konsep Mubarokah tidak hanya menjadi spirit lokal, tetapi juga diusung ke tataran nasional sebagai fondasi pemerintahan Prabowo dalam membangun Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan penuh keberkahan.
Oleh: Ruslan Raya






