LINGKARPENA.ID | Suasana di Desa Sukajaya pada hari itu terasa berbeda. Mahasiswa KKN 21 Sukajaya mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) secara bergilir di tiga dusun. Ketiga Dusun tersebut yakni; Dusun Sukajaya pada 16 Juli, Dusun Cipatat 17 Juli dan Dusun Ciwalat 18 Juli.
Kehadiran mahasiswa dengan program pengabdian masyarakat ini disambut penuh semangat oleh warga yang sejak pagi sudah berbondong-bondong datang ke balai dusun masing-masing.
Pada kegiatan CKG, Mahasiswa menyiapkan 150 strip pemeriksaan yang terdiri dari gula darah, kolesterol dan asam urat. Setiap dusun mendapatkan alokasi sesuai jumlah warga yang hadir. Proses pemeriksaan dilakukan dengan sistem antrian yang tertib, sehingga warga dapat menunggu giliran dengan nyaman. Kehadiran mahasiswa yang mengenakan almamater biru muda memberi suasana formal sekaligus akrab, karena mereka tidak hanya melakukan pemeriksaan tetapi juga memberikan edukasi kesehatan sederhana.
Di Dusun Sukajaya, yang menjadi lokasi pembuka rangkaian kegiatan, partisipasi warga terlihat merata dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sehari berselang, di Dusun Cipatat, ibu rumah tangga bersemangat mengikuti pemeriksaan kolesterol, menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan.
Pada hari terakhir di Dusun Ciwalat, warga lansia tampak mendominasi peserta. Mereka antusias memeriksakan gula darah dan tekanan darah, merasa terbantu karena tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar warga dalam kondisi normal, namun ada beberapa yang terdeteksi memiliki kadar gula darah dan kolesterol tinggi. Mahasiswa kemudian memberikan arahan praktis mengenai pola makan sehat, pentingnya olahraga, serta menjaga kebiasaan hidup bersih. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, bahkan oleh warga lanjut usia.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat medis, tetapi juga dampak sosial yang besar. Warga merasa diperhatikan dan dihargai, sementara mahasiswa belajar memahami kondisi nyata masyarakat desa. Interaksi yang hangat menciptakan suasana kebersamaan, mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.
Antusiasme warga Desa Sukajaya menjadi bukti bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat dibutuhkan. Dengan penggunaan 150 strip pemeriksaan yang terbagi untuk gula darah, kolesterol, dan asam urat, kegiatan cek kesehatan oleh mahasiswa KKN 21 Sukajaya berhasil memberikan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan. Program ini diharapkan dapat berlanjut di masa mendatang, menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, dan terus membawa dampak positif bagi masyarakat desa.






