LINGKARPENA.ID | Kali ini giliran Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Sukabumi, mengomentari 100 Hari Kerja Walikota-Wakil Walikota Sukabumi.
Sekretaris PC IPNU Kota Sukabumi, Budianto menyebut bahwa dalam periode 100 hari, Ayep Zaki selaku Walikota Sukabumi, sudah menunjukkan langkah-langkah awal yang positif dalam merealisasikan janji politiknya.
Akan tetapi, pria yang akrab disapa Budi ini menyoroti ihawal program 700 beasiswa yang di janjikan untuk 7 kecamatan di Kota Sukabumi, menurutnya hal itu belum berjalan sebagaimana mestinya, hanya baru sekitar 33 orang yang mendapat beasiswa tersebut, itu pun dalam satu universitas tidak merata ke beberapa universitas.
“Itu belum mencapai angka 5% dari target, Kita semua paham 100 hari itu waktu yang singkat buat realisasi penuh. Tapi minimalnya, masyarakat juga ingin melihat gebrakan awal dari pemimpin baru mereka,” ujar Budi
“Lebih parah lagi, kalau ternyata tidak ada komunikasi terbuka dari pihak pemerintah. Karena masyarakat bukan cuma ingin hasil, tapi juga kejelasan. Kalau pun memang belum bisa langsung 700, setidaknya disampaikan transparan mengenai kapan sisanya menyusul? Apa hambatannya? Dan bagaimana mekanisme seleksi penerima beasiswa itu? Jadi masyarakat mendapat info mengenai program tersebut,” sambungnya.
Auttarqy, Sekretari Bidang Kaderisasi PC IPNU Kota Sukabumi menambahkan bahwa menurutnya upaya penyeberluasan informasi beasiswa tersebut juga dianggap masih belum efektif seban tidak langsung menyentuh pada masyarakat.
“Minimnya Sosialisasi antara Walikota dengan masyarakat. Informasi Beberapa waktu lalu (10 maret 2025, di Balaikota), Walikota menggelar sosialisasi yang hanya diihadiri oleh Camat dan Lurah sebagai peserta sosialisasi yang kami anggap tidak efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, Dimas Rengga Alfauzi, Ketua PC IPNU Kota Sukabumi menegaskan bahwa seharusnya Pemerintah terlebih dahulu melakukan penyaluran beasiswa tersebut pada kampus atau perguruan tinggi yang ada di Kota Sukabumi.
“Masyarakat yang menerima beasiswa-nya adalah beasiswa ke kampus yang letak geografisnya berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sejelek itukah kampus-kampus dalam kota? Kalau begitu, kenapa tidak sekalian ke Subang atau Bandung saja” tegasnya.






