158 Desa yang Dilanda Bencana Alam di Sukabumi

FOTO: Fenomena banjir saat merendam pemukiman warga Sagaranten Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Bupati Sukabumi H Marwan Hamami menyampaikan data korban dan kerusakan rumah serta jumlah bencana alam lainnya pasca hujan deras yang menyebabkan bencana alam di Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan Bupati berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, saat rapat koordinasi bersama BNPB, Pj Gubernur dan pejabat lainnya pada rakor yang digelar di Pendopo Sukabumi, Minggu (8/12).

Kata Bupati Marwan, bencana alam yang di Sukabumi berdampak pada 39 Kecamatan dan 158 Desa. Bencana terdiri dari 147 titik tanah lingsor, 79 titik lokasi banjir, 25 titik angin kencang dan 84 titik pergerakan tanah.

Baca juga:  Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Perlintasan KA Cibadak, Satu Tewas dan Dua Terluka

Kemudian, untuk korban terdampak sebanyak 3.252 KK, mengungsi 892 KK, terancam 440 KK, meninggal dunia 10 jiwa, luka-luka nol dan masih dalam pencarian 2 jiwa. Berikutnya, 628 rumah rusak berat, 360 rusak sedang, 603 rusak ringan, 347 rusak terancam dan 1.080 rumah terendam.

Selanjutnya, sarana yang rusak lainnya, yaitu 29 jembatan, 8 Tpt, 11 saluran, 8 tempat ibadah, 13 sekolah dan 15 bangunan lain.

Baca juga:  Gali Potensi Wilayah Kembangkan Agrowisata dan Hidrowisata, ini Profil Kecamatan Sagaranten

“Fasilitas umum jalan 58 dan lahan sawah kurang lebih 47 hektare. Ini belum terdata semua karena ada beberapa Kecamatan yang akses PLN dan Internet masih terhambat,” terang Bupati.

Masih dikatakan Bupati Marwan untuk BBM jenis pertalite sudah empat hari masuk ke wilayah terdampak dan informasi terakhir hari ini BBM di wilayah Purabaya berjalan normal.

Baca juga:  Bangunan Sekolah di Caringin Sukabumi Ambruk, Ini Penyebabnya

Saat ini, lanjut Bupati, dari Palabuhanratu menuju wilayah Pajampangan sudah bisa dilalui lewat jalan Bagbagan-Kiaradua dengan kendaraan kecil. Namun ada beberapa kecamatan yang belum bisa diakses secara baik, yakni Pabuaran, Tegalbuled dan Purabaya.

“Untuk yang lainnya alhamdulillah sudah dapat berjalanbdengan baik,” pungkasnya.**

Pos terkait