Nenek Ela (68) dan Putrinya Imas (30) penderita lumpuh menahun, asal warga Nyalindung Desa Cihaur Simpenan. [Foto: Aryo]

Miris! Seorang Nenek dan Putrinya Penderita Lumpuh Menahun di Simpenan Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Sukabumi – Miris, Nenek Eha (68) warga Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi menderita lumpuh sejak 2 (dua) tahun silam. Tidak cuma sang Nenek, ternyata putrinya Nenek Eha, Imas (30) mengalami kelumpuhan dialaminya sejak lahir.

Kedua warga penderita lumpuh tersebut, tinggal di Kampung Nyalindung RT 05/01 Desa Cihaur Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Prihatin melihat nasib kedua warga Simpenan ini hidup dalam kekurangan tinggal di rumah gubuk yang sangat sederhana.

Baca juga:
Miris, Nasib Kakek di Sukabumi Sakit Terbaring Lemah Seorang Diri

Guna bertahan hidup, Nenek Eha dan Putrinya Imas cuma bisa mengandalkan dari belas kasihan tetangga dan warga sekitar. Dengan kondisi lumpuh yang dialami sang Nenek kurang lebih 2 (dua) tahun ini, Imas sang anak tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah.

“Nenek Ela ini mengalami kelumpuhan diperkirakan baru dua tahun berjalan. Jika Imas, sang anak itu mengalami kelumpuhan semenjak lahir,” kata Ustadz Husen, tokoh Masyarakat Nyalindung, kepada lingkarpena.id Sabtu, (21/8/2021).

Baca juga:
PPKM Resmi Diperpanjang, Polsek Nyalindung Salurkan 345 Paket Bansos Sekpres

Dikatakan Ustadz Husen, melihat kondisi keduanya memang sangat menyayat hati terlebih setelah Nenek Ela jatuh lumpuh. Kini Nenek Ela dan anaknya Imas mendapatkan pengabdian tenaga untuk mengurus keduanya dari sang Menantu. Rina, yang merupakan menantu Nenek Ela yang mengurus keduanya saat ini.

Fenomena keprihatinan terhadap keluarga Nenek Ela lebih dirasakan dan terlihat disaat pandemi Covid-19 ini. Husen berharap ada pengusaha maupun Pemerintah lebih memperhatikan akan nasib tetangganya tersebut.

“Ya kami cuma bisa berharap dan berdoa serta mendoakan keluarga Nenek Ela ini dapat dimudahkan dalam bentuk rezekinya,” pungkasnya.

 

Kontributor: Aryo
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan