Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) di Jalan Raya Karang Tengah, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. [Foto: Ist]

BPS Sukabumi, Sebut Belum Kantongi Data Angka Kemiskinan dan Pengangguran Tahun 2021

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Seperti diketahui kepadatan penduduk dengan jumlah populasi cukup besar Kabupaten Sukabumi merupakan Kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali dengan luas wilayah 4.128 km². Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 Kecamatan, dengan jumlah 364 Desa dan 4 Kelurahan.

Terkait hal tersebut, jumlah angka pengangguran yang ada di Kabupaten Sukabumi di tahun 2021 meningkat drastis. Kabupaten Sukabumi dengan jumlah penyumbang terbanyak dari angka kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jumlah itu, berdasarkan keterangan Kosih, pejabat fungsional statistik muda di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, di Jalan Raya Karang tengah, Cibadak, KM.14, No.52. kepada lingkarpena.id Selasa, (07/09/2021).

Baca juga:
Polisi Mulai Selidiki Kasus Penipuan Iming-iming Kerja di Palabuhanratu

Dikatakan Kosih, hasil dari data angka yang ada pengangguran tamatan pendidikan SMK yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Sukabumi pada tahun 2020 tercatat sebanyak 14.473 jiwa.

“Jumlah angka ini salah satunya penyumbang pengangguran terbanyak di Kabupaten Sukabumi. Ya sesuai indikator garis kemiskinan (GK) di Kabupaten Sukabumi yaitu di angka 328.284 (rupiah/kapital/bulan) dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 175,10 ribu jiwa,” jelas Kosih.

Kosih menambahkan, BPS Kabupaten Sukabumi pada saat ini belum dapat memberikan keterangan yang jelas terkait data angka pengangguran dan kemiskinan tahun 2021 dengan alasan data indikator yang dimiliki belum rilis. Jadi data tersebut, harus menunggu rilis dari level provinsi dan pusat terlebih dahulu.

Baca juga:
Terdampak Covid-19, 500 Warga Desa Kebonmanggu Kehilangan Pekerjaan

“Untuk menghasilkan suatu data atau indikator membutuhkan proses. Ya mulai dari rancangan metodologi, pemilihan sample, pelatihan sampai pengumpulan petugas. Belum lagi tahap pengolahan dan validasi serta tahapan cleaning sampai level pusat,” terang Kosih.

Lanjut Kosih, data dari daerah nantinya dikirimkan ke pusat untuk kompilasi hingga proses dan itu memerlukan waktu yang cukup lama. Dijelaskannya, tanpa adanya sains dari petugas dan pegawai BPS sendiri, data yang ada di lapangan akan memunculkan angka yang kotor dan tidak clear.

“Ya adapun data atau indikator yang dihasilkan berdasarkan survey oleh BPS Kabupaten Sukabumi tahun 2021. Dari beberapa indikator tersebut, data muncul pada bulan Maret – April 2021. Sedangkan untuk rilisnya muncul di bulan September – Oktober 2021,” tambahnya.

 

 

Reporter: Lap
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan