Boleh Ditiru? Ini Aksi Brutalla Indonesia di Muara Cikaso Cibitung Sukabumi 

LINGKARPENA.ID – Aksi komunitas Brutalla Indonesia boleh ditiru melihat sisi baik dan kemanfaatan dari kegiatannya. Kegiatan komunitas penggiat sosial dan lingkungan hidup ini baru dua hari kemarin Sabtu dan Minggu 18-19 Desember 2021 melakukan aksi nyata.

Sebanyak 10 orang Ketua dan anggota komunitas Brutalla melakukan penanaman dan perawatan pohon Mangrove di Muara Sungai Cikaso Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu, dimulai sekitar pukul 14:00 WIB hingga selesai.

Konservasi hutan mangrove harus dijaga dan dilestarikan agar terasa manfaat bagi beberapa golongan, baik manusia maupun ekosistem pesisir laut.

Baca juga:  LSM Dampal Jurig Jabar, Gaet Angler Liar Sukabumi Tanam Pohon dan Tebar Bibit Ikan di Alur Sungai Cimandiri 

“Sementara ini komunitas Brutalla fokus di lokasi Muara Cikaso, Kampung Ciroyom, Desa-Kecamatan Cibitung,” jelas Ketua Komunitas Brutalla Indonesia, Jimmi Ilham Affandi kepada lingkarpena.id, Senin 20 Desember 2021.

Menurut Jimmi, Hutan bakau memiliki pesona tersendiri dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Oleh karena itu, terdapat beberapa wisata hutan bakau yang tersebar di pesisir Indonesia salah satunya di Kabupaten Sukabumi Selatan.

Baca juga:  Kadis Kesehatan Launching Pelayanan Persalinan 24 Jam Puskesmas Cicantayan

“Pohon mangrove ini merupakan hutan Pantai yang berfungsi mengevaluasi kegiatan masyarakat pesisir dalam mencari ikan di sekitar hutan mangrove,” terangnya.

Dikatakan Jimmi, manfaat hutan mangrove sendiri dapat mengembalikan lahan basah dan salah satu cara paling efektif untuk memulihkan iklim.

“Mangrove atau hutan bakau merupakan habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Tempat ini juga dapat menyediakan tempat untuk bertelur, pembesaran dan tempat mencari makan berbagai hewan laut yang kecil,” jelasnya.

Baca juga:  Jumlah Korban Diduga Keracuan di Simpenan Bertambah, Dinkes Sukabumi Lakukan Penyelidikan Epidemiologi  

Jimmi menambahkan, hutan mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang. Ini akan mengurangi risiko erosi dan dampak lainnya dari ombak yang datang.

Selain itu, hutan mangrove memiliki pesona tersendiri dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata.

“Hutan mangrove bisa untuk menahan abrasi laut dan sebagai penahan angin di daerah pesisir pantai. Termasuk bisa memperlambat ombak jika terjadi tsunami,” tambahnya.(***)

 

 

 

 

 

Reporter: lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait