LINGKARPENA.ID | Bupati Sukabumi Marwan Hamami meresmikan Masjid Jami Al-Jayadiyyah, di Kampung Sindanglengo, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Kamis (07/07/2022).
Masjid Al-Jayadiyyah yang memiliki luas 150 meter persegi ini, berhasil direnovasi berkat sumbangan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi bersama masyarakat. Proses pembangunan Masjid Al-Jayadiyyah memakan waktu sekitar lima bulan itu terhitung muali Februari sampai Juli 2022.
Bupati Sukabumi mengatakan, ia merasa bersyukur bisa hadir dan meresmikan masjid tersebut. Menurutnya eksistensi masjid semakin memperkuat visi Kabupaten Sukabumi. Menurutnya Masjid yang sebagus ini harus diperkuat dengan semakin banyaknya jemaah yang beribadah.
“Fungsi masjid pun di himbau untuk dioptimalkan. Sehingga, masjid bisa semakin makmur. Dan Mesjid bisa digunakan untuk kegiatan beribadah lainnya, sehingga lebih banyak memberikan manfaat bagi kepentingan umat,” jelasnya.
Dengan begitu sambung dia, pembangunan mesjis ini harus bisa menggugah semangat masyarakat di daerah lain. Sehingga, masyarakat semakin giat dan gencar bergotong-royong dalam kebaikan.
“Saya meyakini budaya gotong-royong di Kabupaten Sukabumi mampu menciptakan berbagai hal yang luar biasa. Salah satu buktinya mesjid yang megah ini, mesjid yang bagus ini bisa terwujud berkat gotong-royong yang masih melekat di masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Bupati Marwan juga mengapresiasi hal yang dilakukan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. Perangkat daerah itu mampu mengungkit masyarakat untuk tergerak membangun berbagai infrastruktur. Ada masjid hingga Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang berhasil dibangun lewat gotong-royong pegawai dan masyarakat. Jadi gotong-royong ini dampaknya luar biasa,” tandasnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Asep Jafar menambahkan bahwa semoga dengan di bangunnya masjid ini bisa memberikan dampak yang besar teehadap masyarakat untuk beribadah. Sejatinya setelah oprasianal mesjid ini berjalan pada jemaah dan masyarakat bisa menjaga ketertiban dan kebersihan dilingkungan masjid.
“Saya mengigatkan jangan sampai masjid yang dibangun hanya jadi perhiasan, tetapi harus menjadi mesjid yang penuh dengan jemaahnya. Semoga mesjid ini bisa memberikan keberkahan dan kemakmuran kepada masyarakat dan para jemaahnya,” bebernya.
Babeh Asjaf sapaan akrab, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilarang pemerintah jangan diadakan dan hindari yang berkaitan dengan ajaran radikalisme, sebab itu bisa berdampak perpecahan dan persatuan umat. Semoga para Ustadz dan Kiyai bisa memberikan nutri ceramah yang positif dengan kelembutan dan kedamaian,” singkatnya.
Sementara itu salah satu Tokoh Masyarakat Kampung Sindanglengo Solehudin Firdaus, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi dan Dinas Pekerjaan Umum serta tidak lupa kepada masyarakat dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid.
“Alhamdulillah semua pihak antusias membangun masjid ini. Sehingga, masjid ini bisa berdiri megah. Setelah ini, mari kita tingkatkan ibadah di sini,” pungkasnya.






