LINGKARPENA.ID I Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Heri Gunawan meyakini bahwa rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, untuk bbm jenis pertalite dan solar tidak akan mengerek inflasi secara signifikan.
“Iya, saya meyakini apabila harga bbm dinaikkan maka pemerintah sudah menyiapkan banyakan ekonomi agar menjaga daya beli masyarakat yang tetap menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi,” kata Hergun sapaan akrabnya, seperti dikutip dari laman resmi www.dpr.go.id.
Lanjut dia, saat ini pemerintah juga dapat mengeksekusi program yang ada di APBN atau pun APBD untuk belanja barang. Sehingga otomatis disekitar belanja tersebut ikut berputar keuangannya. Mungkin saja ada kontraktornya, pekerjanya, yang pada akhirnya ekonomi pun bergulir.
“Saya meyakini lantaran bbm merupakan kebutuhan bersama. Maka dari itu pemerintah tetap akan mengalokasikan untuk subsidi. Namun jika kenaikam harga bbm tersebut diakibatkan karena situasi politik global yakni perang Rusia VS Ukraina. Ia berkeyakinan kenaikkan harga minyak tidak hanya terjadi di Indonesia saja melainkan diseluruh negara, pastinya akan ada titik dimana energi itu akan stabil di harga tertentu,” jelasnya.
Oleh karenanya sambung Legislator Senayan Dapil Sukabumi ini, mengapresiasi rencana pemerintah yang akan bekerja keras untuk menahan inflasi pada 2022 sebesar 3,3 persen. Kerja keras pemerintah tersebut mulai dari tingkat pusat hingga daerah akan meredam inflasi tetap dalam rentang waktu yang telah disepakati bersama yaitu 2-4 persen.
“Saya juga yakin pemerintah memiliki beberapa catatan. Saya juga mengapresiasi kalau pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi di antara 5,3-5,9 persen pada 2023. Tetapi kalau itu susah dicapai berarti pemerintah harus kerja keras untuk berikan subsidi,” pungkasnya.






