LINGKARPENA.ID | Sejumlah objek wisata yang ada di wilayah Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sepi pengunjung. Kondisi itu dikeluhkan banyak pihak mulai dari pengelola objek wisata, pemilik home stay dan para pedangan yang membuka warung dagangan di sekitar objek wisata.
Alan, salah seorang pengelola objek wisata Curug Sodong kepada awak media mengungkapkan, akibat sepinya pengunjung sekarang banyak kios pedagang yang tutup.
“Mungkin juga akhir bulan yah, para pedagang di Curug Sodong banyak yang mengeluh, makanya banyak kios yang kosong,” ucap Alan.
Keluhan yang sama pun disampaikan seorang pedagang bernama Ririn, warga Kampung Cikanteh RT 002/001. Dirinya mengaku pendapatannya drastis menurun karena sepinya pengunjung wisata.
Diketahui kawasan Ciletuh, Kecamatan Ciemas memiliki banyak objek wisata yang
menawan dan bernilai jual, diantaranya Curug Cimarinjung, Puncak Darma, Puncak Aher, Curug Sodong, Curug Cikanteh, Pantai Palangpang, Pasir Putih, Pulau Kunti dan lainnya.
Dampak bencana yang terjadi, dan memporak porandakan infastruktur jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke kawasan Geopark Ciletuh, menjadi salah satu penyebab sepinya pengunjung, di samping lesunya daya beli masyarakat tentunya.
Meskipun pengaruhnya tidak signifikan, informasi google maps yang keliru, turut mewarnai sepinya pengunjung ke objek wisata di Kawasan Ciletuh, Kecamatan Ciemas.
Akses menuju destinasi unggulan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) khususnya Pantai Palangpang, belakangan terkendala akibat informasi yang keliru dari aplikasi google maps. Alih-alih mengarahkan lewat jalur utama Simpenan yang sudah kembali normal, aplikasi tersebut justru menyarankan rute memutar sejauh 5 jam melalui Warungkiara.
H. Eden, salah seorang pengelola home stay di Kawasan Ciletuh, mengakui dan merasakan sepinya kunjungan wisatawan itu. Menurutnya, ahir ahir ini kunjungan wisatawan ke kawasan Ciletuh menurun drastis.
“Ada tamu yang sudah booking, bahkan sudah ngasih DP. Namun begitu minta dikirim sharelok mereka membatalkan kunjungannya karena ketika membuka google maps mengeluhkan jarak tempuh yang kejauhan,” punkasnya.






