LINGKARPENA.ID | Seorang pria paruh baya asal Kota Sukabumi, belum lama ini ditemukan dalam kondisi linglung di wilayah Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Beruntung lansia tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang pemuda Citamiang.
Sang penyelamat ini merupakan salah satu kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Sukabumi, Rivqi Pratama. Rivqi mengungkapkan kronologi pria lansia yang diketahui bernama Dahlan alias Kemed. Dia merupakan warga RT 08/RW 02 Kelurahan/ Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.
Menurut Rivqi, pada tanggal 3 Juni 2025 lalu ia mendapat informasi dari Dinas Sosial Bandung bahwa ada warga Citamiang Kota Sukabumi yang tersesat dengan keadaan sakit, usianya diperkirakan 50 tahun lebih.
“Ya, sebelumnya kasus ini memang viral di tiktok. Begitu mendapati kabar, saya langsung menghubungi RT terkait dan berusaha menghubungi keluarganya. Namun tidak ada kabar dari keluarga atau anaknya. Lalu pada tanggal 10 Juni si Abah (Dahlan) di bawa langsung ke dinas sosial didampingi saya dan pak RT,” ucap Rivqi, kepada Lingkarpena.id Senin (16/6) pagi.
“Nah, masih pada tanggal 10 Juni 2025 kami mendapatkan informasi dari warga sekitar anaknya bekerja di luar kota. Lewat komunikasi telepon dengan musyawarah akhirnya anaknya (pihak keluarga) menyerahkan sepenuhnya kepada saya dan RT setempat menyetujui untuk di urus di yayasan panti,” tambahnya.
Rivqi menyebut, lansia tersebut sering bepergian tanpa identitas dengan kondisi sakit dan linglung. Tepat pada hari Selasa 10 Juni 2025, Dahlan diserahkan oleh Dinas Sosial Jawa Barat ke pihak Dinas Sosial Kota Sukabumi.
Sementara, Ketua RT 08/ RW02 Citamiang, Nikmat Nazir
membenarkan bahwa pria lansia tersebut adalah warganya. Dijelaskan Ketua RT, Dahlan adalah warga Citamiang dan dulu memang pernah tinggal di RT 08. Namun dia sudah lama pindah ke RT 07/02 Citamiang.
“Memang beliau tinggal di wilayah saya dengan anaknya. Namun sayangnya ketika di hubungi oleh kami awalnya tidak ada respon baik. Bahkan pihak keluargapun menyerahkan sepenuhnya kepada kami untuk di urus di yayasan panti jompo,” singkatnya.**






