LINGKARPENA.ID | Sebanyak 35 petani talas dari berbagai kelompok tani di wilayah Bogor mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini mengusung tema “Budidaya Talas Berbasis Pengendalian Hayati dan Pemupukan Ramah Lingkungan”. Sekolah lapang turut menghadirkan narasumber Bonjok Istiaji, S.P., M.Si. dari IPB University.
Melalui pelatihan ini, para petani dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali gejala hama dan penyakit tanaman talas, serta mempraktikkan cara pengendaliannya secara hayati dengan tetap menjaga kesuburan tanah menggunakan pupuk organik.
“SLPHT ini bertujuan mengubah cara pandang petani agar lebih mengenal ekosistem lahannya sendiri. Dengan memahami musuh alami dan siklus hama, serta memanfaatkan agen hayati dan pupuk organik, kita bisa mengurangi ketergantungan pada input kimia. Harapannya, petani jadi lebih mandiri dan budidaya talas bisa berlangsung lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Bonjok Istiaji dalam sesi pemaparan materi.
Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, diawali dengan paparan materi, diskusi, hingga praktik langsung di lahan. Petani diajak melakukan observasi lapangan untuk mengenali organisme pengganggu tanaman (OPT) dan praktik teknik pengendalian hayati.
Harun, Ketua Kelompok Tani Mekar Sejahtera Desa Cipelang, menyampaikan bahwa pelatihan ini membawa pendekatan baru yang sangat relevan bagi kebutuhan petani.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Banyak petani selama ini masih terpaku pada cara-cara lama yang kurang ramah lingkungan. Setelah ikut sekolah lapang ini, kami jadi tahu cara lain yang lebih aman dan tetap efektif. Apalagi bisa praktik langsung, jadi lebih mudah dipahami dan diterapkan,” tuturnya.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Caringin, Dindin, juga mengapresiasi keterlibatan IPB University dalam penguatan kapasitas petani di wilayahnya.
“Pendekatan sekolah lapang ini sangat baik karena menyentuh langsung kebutuhan petani. Dengan dukungan akademisi, petani tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga praktik. Ini sejalan dengan upaya kami untuk membina petani yang mandiri, adaptif, dan peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
SLPHT menjadi bagian dari upaya IPB University dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan yang mengedepankan kearifan lokal, efisiensi sumber daya, dan kesehatan lingkungan. Diharapkan pelatihan ini menjadi awal dari penerapan teknik budidaya talas yang lebih sehat dan bernilai tambah bagi petani lokal.






