LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaksanakan kegiatan tes aktivasi sirine peringatan dini tsunami pada Jumat, 26 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi.
Pengetesan tersebut bertujuan untuk meninjau sekaligus memastikan kinerja seluruh perangkat sistem peringatan dini agar dapat berfungsi optimal saat dibutuhkan. Aktivasi dilakukan dari ruang utama di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi dengan pemantauan terhadap satu room utama dan lima site sirine yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh perangkat sirine yang diuji berada dalam kondisi baik dan berfungsi normal. Room utama aktivasi di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi tercatat dalam kondisi baik tanpa kendala teknis. Sementara itu, lima site sirine yang menjadi lokasi pemantauan juga menunjukkan hasil yang memuaskan.
Adapun lima lokasi tersebut meliputi SDKP Site, Balawista Site, Geopark Site, Kelurahan Palabuhanratu Site, serta Desa Loji Simpenan Site. Seluruh site tersebut tercatat berstatus online pada sistem dan di lapangan, dengan sirine berbunyi normal serta tidak ditemukan kendala teknis selama proses pengetesan berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi melalui pernyataan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan sistem peringatan dini bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana tsunami.
“Tes aktivasi ini kami lakukan secara berkala untuk memastikan seluruh perangkat sirine peringatan dini tsunami dapat berfungsi dengan baik. Alhamdulillah, hasil hari ini menunjukkan seluruh site dalam kondisi online dan sirine berbunyi normal tanpa kendala,” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Sukabumi.
Ia menambahkan, keberadaan sistem peringatan dini tsunami memiliki peran vital dalam upaya penyelamatan jiwa masyarakat apabila terjadi bencana. Oleh karena itu, BPBD terus berkomitmen melakukan pemeliharaan, pengecekan rutin, serta peningkatan kapasitas sistem yang ada.
“Dengan sistem yang berfungsi optimal, kami berharap masyarakat dapat menerima informasi peringatan lebih cepat sehingga memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi secara aman dan terarah,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar tidak panik apabila mendengar bunyi sirine saat kegiatan uji coba berlangsung, serta tetap meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman terkait prosedur evakuasi bencana tsunami.
Kegiatan tes aktivasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BPBD Kabupaten Sukabumi dalam membangun budaya sadar bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menghadapi potensi bencana alam.






