LINGKARPENA.ID | Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam (28/12/2025). Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya Sungai Cikupa dan Sungai Cimandiri setelah wilayah tersebut diguyur hujan dalam durasi panjang sejak pagi hari.
Sedikitnya tiga desa terdampak dalam kejadian ini, yakni Desa Cireunghas, Desa Bencoy, dan Desa Cikurutug. Air bah menggenangi puluhan rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
Merespons kondisi tersebut, Polres Sukabumi Kota langsung menerjunkan tim tanggap bencana ke lokasi. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Pekerjaan Umum. Sejumlah mesin pompa dikerahkan untuk menyedot air guna mempercepat proses surutnya genangan.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi turut hadir langsung di tengah lokasi terdampak. Selain melakukan pemantauan, Kapolres memimpin personel dalam kegiatan pembersihan rumah warga yang sebelumnya terendam banjir.
“Banjir ini dipicu oleh luapan Sungai Cikupa dan Sungai Cimandiri. Curah hujan memang tidak terlalu deras, namun berlangsung cukup lama dari pagi hingga malam hari,” ungkap AKBP Rita Suwadi di sela-sela kegiatan penanganan.
Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada 25 rumah warga di Desa Cireunghas, 15 rumah di Desa Bencoy, dan 5 rumah di Desa Cikurutug. Berkat upaya penyedotan air dan kerja sama lintas instansi, kondisi genangan mulai berangsur surut.
“Saat ini situasi sudah relatif terkendali. Air perlahan surut dan kami fokus membantu warga membersihkan sisa lumpur,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Sukabumi Kota juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Sukabumi untuk melakukan normalisasi sungai, termasuk pengerukan sedimen agar aliran air lebih lancar dan tidak kembali meluap.
“Kami siapkan skenario pengungsian apabila banjir kembali terjadi. Lokasi sementara telah disiapkan di halaman Mako Polsek dengan rencana pendirian tenda darurat,” pungkas AKBP Rita.
Hingga Senin dini hari, petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan warga terdampak.






