LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/1/2026) dini hari. Longsoran berupa rumpun bambu menutup akses jalan desa di Kampung Cibalukbuk, RT 014 RW 05, Desa Karangjaya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 01.50 WIB hingga pagi hari. Material longsoran berasal dari tebing di sisi jalan desa yang amblas akibat kondisi tanah yang labil.
P2BK Kecamatan Gegerbitung, Ofieq, menjelaskan bahwa longsoran menyebabkan akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menyebabkan rumpun bambu di tebing jalan longsor dan menutup total akses jalan desa. Saat ini jalan tidak bisa dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Ofieq kepada lingkar pena.id Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada pula rumah warga maupun lahan pertanian yang terdampak langsung akibat longsoran tersebut. Taksiran kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan.
Sebagai langkah penanganan awal, P2BK Gegerbitung bersama perangkat desa, unsur Forkopimcam, Tagana, serta warga setempat langsung melakukan asesmen dan pembersihan material longsoran.
“Kami bersama warga, pemerintah desa Karangjaya dan Forkopimcam melakukan pemotongan dan pembersihan pohon bambu yang menutup jalan. Selain itu, kami juga mengimbau warga sekitar agar tetap waspada mengingat cuaca masih hujan,” tambah Ofieq.
Sejumlah unsur yang terlibat di lokasi kejadian antara lain Camat Gegerbitung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, Pemerintah Desa Karangjaya, BPD, PLN Unit Sukaraja, serta masyarakat setempat.
Hingga laporan ini disusun, kondisi cuaca di wilayah Gegerbitung masih diguyur hujan dan proses pembersihan material longsoran masih berlangsung. Pihak P2BK menegaskan bahwa data kejadian ini bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
P2BK Gegerbitung mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan selama curah hujan masih tinggi.






