Enam Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Dikepung Bencana Longsor dan Cuaca Ekstrem 

FOTO: Inilah diantaranya daerah yang mengalami bencana longsor dalam pekan ini di Kabupaten Sukabumi.| [dok. bpbd kab sukabumi.]

LINGKARPENA.ID | Kabupaten Sukabumi dikepung bencana hidrometeorologi pada Jumat (23/1/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang memicu serangkaian kejadian bencana, mulai dari tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang di enam kecamatan berbeda.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi per pukul 20.00 WIB, bencana terjadi di Kecamatan Parungkuda, Cicurug, Cikakak, Cisaat, Ciambar, dan Cikidang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat, serta memaksa sebagian warga mengungsi.

Di Kecamatan Parungkuda, hujan deras yang mengguyur wilayah Kampung Palasari RT 02/01 Desa Palasari Hilir sejak pagi hari mengakibatkan satu rumah milik Ibu Titi (63) mengalami kerusakan sedang pada bagian dapur dan kamar.

Baca juga:  Pesan Minta Tolong Korban TPPO Warga Sukabumi untuk Presiden Republik Indonesia

Sementara itu, di Kecamatan Cicurug, hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) jalan lingkungan di Kampung Pasirtengah RT 01/03 Desa Kutajaya longsor sekitar pukul 07.00 WIB. Longsoran sepanjang 20 meter dengan tinggi 18 meter tersebut menggerus jalan penghubung antar-RT dan menimpa dua petak sawah milik warga, sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Cikakak. Hujan deras yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB mengakibatkan irigasi Sukawayana jebol di Kampung Gunung Batu RT 004/003 Desa Sukamaju. Dampaknya, dapur dan kamar tidur rumah milik Bapak AEP roboh dan mengalami kerusakan berat.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Cisaat. Tanah longsor melanda Perumahan Griya Padaasih, Kampung Cicohag RT 45 RW 10 Desa Padaasih sekitar pukul 01.30 WIB. Longsor dengan panjang 15 meter dan lebar 1 meter mengakibatkan dua rumah bagian dapur terbawa longsoran, sementara dua rumah lainnya terancam. Sebanyak dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga:  Rumah Sepasang Lansia di Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Hangus Terbakar

Di Kecamatan Ciambar, angin kencang menyebabkan pohon dukuh tumbang dan menimpa rumah warga di Kampung Lemah Buled RT 03 RW 08 Desa Ciambar sekitar pukul 11.00 WIB. Satu rumah dengan satu kepala keluarga berisi empat jiwa mengalami kerusakan ringan di bagian ruang tamu.

Sedangkan di Kecamatan Cikidang, tanah longsor terjadi di Kampung Panglawakan RT 003/003 Desa Mekarnangka sekitar pukul 10.40 WIB. Longsor sedalam empat meter merusak bagian belakang satu unit rumah, khususnya dapur, serta menyeret peralatan rumah tangga hingga mengalami kerusakan berat.

Baca juga:  Longsor di Kabandungan Terjang Dua Rumah

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh kejadian telah ditangani oleh petugas di lapangan bersama unsur kewilayahan.

“Kami telah menerima laporan dari seluruh wilayah terdampak dan langsung melakukan asesmen serta penanganan awal. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.

Pos terkait