Viral! Jembatan Rapuh di Perbatasan Dua Desa Sukabumi Selatan, Ini Harapan Warga

FOTO: Kondisi jembatan, tangkapan layar video amatir warga sukabumi.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Di Kampung Citapen, perbatasan Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud dan Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, sebuah jembatan tua masih setia membentang di atas aliran sungai. Namun, kondisinya kini jauh dari kata layak. Kayu-kayu penopangnya tampak lapuk, sebagian lantainya bolong, dan rangkanya terlihat rapuh dimakan usia.

 

Meski demikian, denyut kehidupan warga tak bisa menunggu. Setiap hari, jembatan itu tetap dilintasi—oleh anak sekolah, petani, hingga warga yang hendak beraktivitas ke desa tetangga. Dengan langkah hati-hati dan rasa waswas, mereka menapaki jembatan yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan.

Baca juga:  MUI Sukabumi: Penyegelan Gedung MUI Bukan Kewenangan Kami, Progres Pembangunan 80% Sudah Putus Kontrak

 

Kondisi memprihatinkan ini pun ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana warga harus ekstra waspada saat melintas, bahkan sebagian memilih berjalan perlahan sambil berpegangan pada sisi jembatan.

 

Melalui Kepala Seksi Kesra (Kasi Kesejahteraan) Desa Cidolog, Iwan, membenarkan bahwa kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan telah menjadi perhatian pemerintah desa. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam merealisasikan perbaikan.

Baca juga:  Pergerakan Tanah, Rumah Warga di Tegalbuleud Sukabumi Hancur

 

“Iya, kami pihak Pemdes sudah mengupayakan untuk perbaikan, minimal perbaikan ringan. Namun hingga sekarang belum bisa terwujud, anggaran di desa kan terbatas,” ujarnya saat dihubungi.

 

Menurut Iwan, jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung antarwilayah dan jalur utama mobilitas warga. Oleh karena itu, pihaknya tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi.

 

Baca juga:  Api Ludeskan Dua Rumah di Tegalbuleud Sukabumi

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada solusi untuk perbaikan jembatan ini,” tambahnya.

 

Harapan besar kini disematkan oleh pemerintah desa dan masyarakat di kedua wilayah. Mereka mendambakan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah yang lebih tinggi, agar akses vital ini bisa kembali aman dan layak digunakan.

 

Sebab bagi warga Citapen dan sekitarnya, jembatan itu bukan sekadar penghubung dua desa—melainkan urat nadi kehidupan yang tak tergantikan.

Pos terkait