LINGKARPENA.ID | Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi pada Rabu sore (4/4/2026) menyisakan duka dan kecemasan bagi warga Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya. Tebing tanah yang tak lagi mampu menahan debit air akhirnya longsor, menutup jalan kabupaten yang menjadi penghubung vital antar kampung.
Di tengah suasana yang masih basah dan licin, aparat kepolisian bersama perangkat desa turun langsung ke lokasi. Dipimpin Kapolsek Purabaya, IPTU Ruskan Hermawan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut.
Longsoran tanah diketahui menutup akses jalan yang menghubungkan Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya dengan Kampung Cijambe, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah. Tidak hanya itu, dua unit rumah milik warga, yakni Abdul Rojak dan Angga, dilaporkan tertimbun material longsor. Sementara empat rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.
Di lokasi kejadian, suasana haru bercampur waspada terlihat dari warga yang masih bertahan di sekitar rumah mereka, meski ancaman longsor susulan masih mengintai. Petugas pun segera melakukan pendataan korban dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah penanganan lanjutan.
Kapolsek Purabaya, IPTU Ruskan Hermawan, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah cepat guna meminimalisir risiko yang lebih besar.
“Kami bersama unsur terkait sudah melakukan pengecekan lokasi, pendataan korban, serta berkoordinasi dengan BPBD. Kami juga menghimbau warga agar tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa warga yang rumahnya terdampak langsung diminta untuk sementara waktu tidak menempati bangunan demi keselamatan.
“Kami utamakan keselamatan masyarakat. Untuk warga yang rumahnya tertimbun atau terancam, kami sarankan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif, dengan petugas serta warga bahu-membahu membersihkan material longsor.
Di balik bencana yang datang tiba-tiba, semangat gotong royong kembali terlihat. Warga saling membantu, sementara aparat terus berjaga, memastikan bahwa malam yang turun tidak membawa ancaman baru.






