Longsor di Jalan Aminta Azmali Kota Sukabumi, Satu Warung Terdampak

FOTO: Tim relawan BPBD Kota Sukabumi, saat melakukan evakuasi material reruntuhan di lokasi kejadian bencana.[dok.bpbd kota sukabumi.]

LINGKARPENA.ID | Bencana longsor terjadi di Jalan Aminta Azmali RT 01 RW 10, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit bangunan warung terdampak.

Informasi kejadian pertama kali diterima Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi dari laporan masyarakat melalui call center pada pukul 16.19 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan asesmen pada pukul 16.31 WIB.

Baca juga:  Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Cianjur, Simak Nasib ABK dan Kemudinya!

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabarudin, mengatakan longsor dipicu oleh kondisi tanah yang mengalami pengikisan.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil asesmen menunjukkan longsor terjadi akibat pengikisan tanah,” ujar Yosep.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, longsoran memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 14 meter. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Baca juga:  Predator Anak di Kota Sukabumi Dibekuk Polisi

Korban terdampak diketahui atas nama Bapak Dedi Junaedi, dengan dampak kerusakan berupa satu unit bangunan warung yang terkena longsoran. Sementara itu, nilai kerusakan masih dalam tahap penghitungan.

BPBD Kota Sukabumi mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa terpal untuk penanganan sementara.

Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya BPBD Kota Sukabumi, TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), Kecamatan Gunungpuyuh, Kelurahan Sriwidari, Dinas Sosial, PMI, RT/RW, serta warga setempat.

Baca juga:  Geng Motor Kembali Berulah di Sukabumi, 1 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

BPBD Kota Sukabumi memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah terkendali.

“Situasi akhir dinyatakan clear setelah dilakukan asesmen, pendataan, serta penanganan awal di lapangan,” tambah Yosep

BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor, terlebih saat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Pos terkait