LINGKARPENA.ID | Sebanyak sembilan orang anak dan satu orang tua di Kampung Cinangka Desa Neglasari Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi diduga mengalami keracunan makanan sampai menjalani perawatan medis.
Kesepuluh orang tersebut yaitu SR (13), SA (10), SM (10), NU (12), RA (8), RD (8), AM (10), AL (7) AD (8) dan PU (42). Mereka mengaku sempat mengalami mual dan muntah disertai pusing setelah mengkonsumsi jenis makanan berupa makaroni telor di tempat kenaikan kelas salah satu sekolah di wilayah tersebut.
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede membenarkan adanya dugaan keracunan makanan tersebut, dimana peristiwa terjadi Senin, (26/06/2023) saat acara kenaikan kelas sekolah (samenan.red), para korban membeli makanan makaroni telor dari seorang pedagang kaki lima.
Kemudian, kurang lebih satu jam setelah mengkonsumsi makanan tersebut para korban merasakan mual, muntah dan pusing hingga para korban sebanyak sepuluh orang tersebut dibawa ke Puskesmas guna dilakukan perawatan.
“Saat ini para korban sudah membaik dan kemudian para korban pun kembali ke rumah masing-masing,” ujar Maruly.
Atas kejadian itu, lanjut Maruly, pihaknya langsung melakukan penanganan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengambil sample makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium yang
“Selanjutnya diserahkan kepada pihak Puskesmas setempat guna dilakukan pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.
“Jadi petugas sudah memeriksa jenis makanan yang dijual, menelusuri bahan makanan apa saja, dari mana diperoleh, bagaimana cara pengelolaannya, menggunakan alat apa saja, jug memperdalam terhadap air yang digunakan untuk memasak, serta bahan bahan dibeli dari mana saja,” tandasnya.