LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada periode 14 hingga 15 Mei 2026. Peristiwa tersebut didominasi hujan deras disertai angin kencang yang memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Di Kecamatan Cisaat, tepatnya di Kampung Jambatan, Desa Sukasari, satu unit rumah milik warga bernama Ibu Titing mengalami kerusakan sedang setelah diterjang angin kencang. Bagian tengah rumah dan dapur dilaporkan roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski satu keluarga dengan tiga jiwa terdampak.
Sementara itu di Kecamatan Parungkuda, Desa Bojongkokosan, hujan deras menyebabkan banjir dan longsor yang berdampak pada enam kepala keluarga atau 25 jiwa. Empat rumah terendam banjir, sementara dua rumah lainnya terancam longsor. Selain itu, satu kolam ikan milik warga juga terdampak longsoran tanah. Kondisi banjir dilaporkan sudah surut dan warga bersama petugas telah melakukan pembersihan.
Di lokasi yang sama, longsor juga mengancam dua rumah warga lainnya, meskipun tidak menimbulkan korban maupun pengungsian.
Bencana serupa terjadi di Kecamatan Ciambar, Desa Cibunarjaya. Tebing setinggi delapan meter longsor dan menimpa satu rumah warga hingga mengalami kerusakan berat. Satu keluarga dengan lima jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Kemudian pada 15 Mei 2026, longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gunungguruh, Desa Cikujang. Material longsoran merusak tembok penahan tanah (TPT) jalan lingkungan sepanjang enam meter, sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.
Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam keterangan tertulisnya menuturkan pihaknya telah melakukan berbagai langkah cepat di lapangan.
“Kami bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini di antaranya material bangunan, terpal, bronjong, serta karung untuk penanganan darurat di lokasi terdampak.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.






