LINGKARPENA.ID | Kecelakaan lalu lintas terjadi di perempatan lampu merah Exit Tol Parungkuda, tepatnya di Kampung Pangadegan RT 17/08, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan Toyota Rush bernomor polisi F 1292 VS dan Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1970 QH. Selain itu, seorang pedagang tahu keliling turut menjadi korban setelah tertabrak kendaraan yang hilang kendali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Toyota Rush yang dikemudikan Ujang Koswara (61), warga Kampung Bojong Kokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, melaju dari arah Sukabumi menuju Parungkuda.
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Pengemudi juga mengaku mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Akibatnya, kendaraan oleng ke kanan dan menabrak median pembatas jalan.
Setelah menghantam median, Toyota Rush masuk ke jalur berlawanan dan menabrak bagian samping kanan Daihatsu Xenia yang dikemudikan Lukman Nurhakim (35), warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Benturan keras membuat Toyota Rush kembali bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak seorang pedagang tahu keliling, Odang Sopian (55), yang saat itu berada di sekitar median jalan. Kendaraan kemudian baru berhenti setelah menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU).
Akibat kejadian tersebut, Odang Sopian mengalami luka berat berupa luka sobek terbuka di bagian belakang kepala serta patah tulang pada kaki kanan. Korban segera mendapatkan penanganan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kecelakaan diduga dipicu oleh faktor kelalaian pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
“Diduga pengemudi Toyota Rush kehilangan konsentrasi karena mengantuk sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan, menabrak median jalan, kemudian masuk ke jalur berlawanan dan terjadi tabrakan dengan kendaraan lain serta seorang pejalan kaki yang sedang berjualan. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan,” ujar Ipda Wangsit kepada lingkarpena. id, Senin ( 8/6 )
Ia mengimbau para pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp25 juta. Kasus ini kini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi.






