Truk Box Tertabrak KA di Cibadak, Warga Desak Palang Perlintasan Segera Dioperasikan

LINGKRPENA.ID | Kecelakaan antara kereta api jurusan Sukabumi–Bogor dengan sebuah truk boks terjadi di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan truk mengalami kerusakan berat dan sejumlah orang harus mendapatkan penanganan medis.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk boks yang sedang melintasi rel diduga tidak sempat menghindar saat kereta api datang dari arah Sukabumi menuju Bogor. Benturan keras pun tidak dapat dihindari.

 

Akibat kejadian itu, sopir dan kernet truk mengalami luka-luka. Selain itu, seorang warga yang saat itu berada di sekitar lokasi juga menjadi korban setelah terdampak saat kecelakaan berlangsung.

Baca juga:  Sekda Tandatangani Berita Acara Percepatan Program Pembangunan CPUGGp 2023

 

Salah seorang saksi mata mengatakan seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan.

 

“Korban yang dibawa ke rumah sakit ada beberapa orang, terdiri dari sopir, kernet, dan seorang warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian,” ujarnya.

 

Menurut informasi yang diperoleh, truk tersebut diduga tengah membawa barang dagangan atau perlengkapan kebutuhan penjualan.

 

Sementara itu, Kepala Desa Karangtengah Agung mengaku menerima laporan dari Ketua RW setempat beberapa saat setelah kecelakaan terjadi. Ia kemudian langsung menuju lokasi guna memastikan kondisi para korban sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga:  Sigap, Kapolsek di Sukabumi Selamatkan Balita di Tengah Konser Musik

 

“Begitu menerima laporan dari Ketua RW, saya langsung mendatangi lokasi. Prioritas kami saat itu memastikan korban segera mendapatkan pertolongan,” kata Agung.

 

Ia juga menyoroti kondisi perlintasan yang sebenarnya telah dilengkapi palang pintu. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum difungsikan secara maksimal karena belum tersedia petugas penjaga.

 

“Palang pintunya sudah terpasang, tetapi belum bisa beroperasi karena belum ada petugas yang berjaga. Kami berharap setelah kejadian ini ada langkah nyata agar fasilitas tersebut segera difungsikan demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Kebakaran Kembali Terjadi di Desa Sirnasari Surade, Dua Rumah Hangus

 

Perlintasan kereta api di kawasan tersebut diketahui menjadi jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan maupun aktivitas warga setiap hari. Karena itu, masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan palang pintu dan menempatkan petugas penjaga agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

 

Hingga berita ini ditulis, para korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Pos terkait