Peringati HJKS 2026, Desa Wisata Hanjeli Bagikan Bubur Gratis untuk Warga Waluran

Pengelola desa wisata tersebut membagikan bubur hanjeli secara gratis kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Waluran, Senin (28/9/2026).[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026 turut diwarnai aksi sosial Desa Wisata Hanjeli. Pengelola desa wisata tersebut membagikan bubur hanjeli secara gratis kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Waluran, Senin (28/9/2026).

 

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Selain menjadi bagian dari peringatan HJKS, pembagian bubur hanjeli juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali pangan lokal yang menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat.

 

Desa Wisata Hanjeli sendiri dikenal sebagai kawasan eduwisata yang mengembangkan hanjeli atau Coix lacryma-jobi sebagai bagian dari identitas dan potensi lokal. Pengembangannya tidak hanya diarahkan pada sektor pariwisata, tetapi juga edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis pangan lokal.

Baca juga:  Sukajaya Jadi Desa Wisata Tikukur, Bupati Tekankan Pariwisata Berbasis Warga

 

Pengelola Desa Wisata Hanjeli, Asep Hidayat, mengatakan pembagian bubur hanjeli merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus upaya mengenalkan pangan lokal kepada khalayak lebih luas.

 

«“Momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ini kami jadikan sebagai ruang berbagi sekaligus edukasi. Bubur hanjeli yang kami sajikan bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol warisan pangan lokal yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujar Asep.»

 

Menurutnya, hanjeli memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif. Karena itu, masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk mengenal dan merasakan langsung berbagai olahan berbahan dasar hanjeli.

Baca juga:  ACT Peduli Gelar 2000 Paket Makan Akbar Gratis

 

«“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal hanjeli dari namanya, tetapi juga merasakan langsung cita rasa dan manfaatnya. Harapannya, semakin tumbuh kebanggaan terhadap pangan lokal dan pada akhirnya bisa mendorong kemandirian pangan di daerah,” katanya.»

 

Asep menambahkan, Desa Wisata Hanjeli akan terus mendorong pemanfaatan potensi lokal agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Pengembangan tersebut dilakukan dengan menggabungkan unsur edukasi, budaya, lingkungan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Dandim 0607 Sukabumi Tinjau Progres Pembangunan Rutilahu di Desa Bojongkembar

 

Pembagian bubur hanjeli gratis pada momentum HJKS 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan pangan lokal Sukabumi sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut melestarikannya.

 

“Semoga kegiatan sederhana ini bisa menjadi pemantik agar pangan lokal semakin dikenal dan dicintai masyarakat. Kami ingin hanjeli tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Asep Hidayat.

 

Pos terkait