Jampang Ngabhuana 3 Siap Digelar, Warga Pajampangan Antusias Nantikan Kedatangan KDM

LINGKARPENA.ID | Geliat seni dan budaya tanah Jampang mulai terasa di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Sehari menjelang pelaksanaan Jampang Ngabhuana 3, Jumat (9/10/2026), kawasan tersebut mulai dipadati puluhan stan UMKM serta stan pelayanan dari berbagai dinas dan instansi.

 

Persiapan demi persiapan terus dilakukan untuk menyambut gelaran budaya tahunan yang diinisiasi Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM). Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 ini bukan sekadar perhelatan seni, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk merawat tradisi, memperkuat identitas budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

 

Di tengah kesibukan panitia menyiapkan lokasi, ada satu hal yang menjadi perbincangan hangat masyarakat Pajampangan, yakni rencana kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM.

 

Bagi sebagian warga, kehadiran sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan kerap mengangkat kebudayaan Sunda itu menjadi momen yang sangat dinantikan.

Baca juga:  Soekaboemi Tempo Doeloe Kembali Digelar, Jadi Ruang Merawat Sejarah dan Budaya Sukabumi

 

Selama ini, mereka lebih sering menyaksikan aktivitas KDM melalui tayangan media sosial. Karena itu, kesempatan melihatnya secara langsung di tanah Jampang menghadirkan antusiasme dan rasa penasaran tersendiri.

 

“Biasanya hanya melihat Kang Dedi di media sosial. Kalau bisa datang ke Surade, tentu kami senang sekali. Ingin melihat langsung sosoknya, bukan hanya lewat layar handphone,” ujar seorang warga Surade yang menantikan gelaran tersebut.

 

Antusiasme serupa juga dirasakan warga dari wilayah Pajampangan lainnya. Mereka berharap kehadiran KDM tidak hanya menjadi daya tarik acara, tetapi juga membawa perhatian lebih besar terhadap potensi budaya, pariwisata, dan kehidupan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

 

“Harapannya, Kang Dedi bisa melihat langsung bagaimana masyarakat Jampang menjaga seni dan budayanya. Kami ingin budaya di sini semakin dikenal luas, tidak hanya di Sukabumi, tetapi juga sampai ke tingkat Jawa Barat,” ungkap warga lainnya.

Baca juga:  24 Perguruan Pencak Silat di Pajampangan Gelar Acara Kaul Nyawalan

 

Bagi warga, Jampang Ngabhuana bukan semata-mata panggung hiburan. Gelaran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa tradisi dan kebudayaan lokal masih hidup serta tumbuh di tengah perkembangan zaman.

 

Nama Jampang yang melekat dalam identitas masyarakat Pajampangan pun menjadi kebanggaan tersendiri. Melalui Jampang Ngabhuana 3, masyarakat ingin memperlihatkan kekayaan seni, nilai-nilai tradisi, dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

 

“Acara seperti ini penting untuk generasi muda. Jangan sampai mereka hanya mengenal budaya dari cerita orang tua. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka bisa melihat, mengenal, dan ikut melestarikannya,” tutur warga lainnya.

 

Selain menyuguhkan kegiatan seni dan budaya, kehadiran ratusan stan UMKM serta pelayanan dari berbagai dinas dan instansi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pelaku usaha lokal berpeluang memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung, sementara masyarakat dapat mengakses beragam layanan dalam satu lokasi.

Baca juga:  Kabid Kebudayaan Berikan Dukungan dan Semagat pada Kontingen Binojakrama Kabupaten Sukabumi 

 

Seiring semakin dekatnya waktu pelaksanaan, suasana Lapang Lodaya Setra pun diperkirakan semakin semarak. Panitia dan masyarakat bersiap menyambut pengunjung yang ingin menikmati rangkaian kegiatan sekaligus merasakan atmosfer kebudayaan khas tanah Jampang.

 

Kini, harapan warga Pajampangan tertuju pada akhir pekan yang istimewa itu. Mereka ingin Jampang Ngabhuana 3 berlangsung meriah, menjadi panggung kebanggaan budaya lokal, sekaligus menghadirkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan sosok yang selama ini mereka kenal melalui media sosial.

 

Bagi masyarakat Pajampangan dan sekitarnya, jika kedatangan KDM benar-benar terwujud, momen tersebut bukan sekadar kunjungan seorang gubernur. Lebih dari itu, ada kerinduan untuk menyapa dari dekat, menyampaikan harapan, dan menunjukkan bahwa di selatan Sukabumi, budaya Jampang tetap hidup serta layak mendapat perhatian.

 

Jampang Ngabhuana 3 pun menjadi momentum untuk membuktikan bahwa ketika seni, budaya, dan masyarakat bersatu, sebuah perhelatan dapat tumbuh menjadi kebanggaan bersama.

 

Pos terkait