SUKABUMI – Upaya mencegah konflik sosial di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar Staf Intelijen Angkatan Darat di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI, Polri, aparatur pemerintah daerah, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan.
Mengusung tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi”, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat kewaspadaan bersama terhadap potensi konflik di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasiintel Korem 061/Suryakancana Letkol Inf. Henggar Tri Wahono, S.H., M.H., Katim Sintelad Letkol Arm. Dony Romansah, Kasdim 0622/Kabupaten Sukabumi Mayor Arm. Mursid Sri Hernanto, serta Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana, S.H., M.H.
Turut hadir perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Hari Riyadi, M.M., Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) H. Deni Mulyadi, SKM., MM., serta Kabid Poldagri dan Ormas Kesbangpol Reny Yuni Wardani Prawiranegara, S.E., M.Si.
Dalam sambutan Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat yang dibacakan Katim Sintelad Letkol Arm. Dony Romansah, disampaikan bahwa konflik sosial dapat berawal dari persoalan sederhana yang berkembang akibat kesalahpahaman, provokasi, hingga penyebaran informasi palsu.
Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui komunikasi terbuka, deteksi dini, serta respons cepat dari seluruh pihak yang memiliki peran di tengah masyarakat.
Pencegahan konflik sosial juga perlu mengedepankan pendekatan persuasif dan musyawarah sebagaimana semangat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
“Pencegahan konflik sosial merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik, deteksi dini, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar potensi perselisihan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” demikian inti pesan dalam sambutan Asintel Kasad.
Sementara itu, Kasiintel Korem 061/Suryakancana Letkol Inf. Henggar Tri Wahono mengapresiasi kehadiran tim dari Mabesad serta partisipasi seluruh peserta. Ia mendorong agar forum Binkom dimanfaatkan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin dengan baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah.
Dalam sesi pemaparan materi, Letkol Arm. Dony Romansah menyampaikan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai landasan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Kasdim 0622/Kabupaten Sukabumi mengenai bela negara serta Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengenai penegakan hukum dalam penanganan konflik sosial.
Iptu Dudi menegaskan bahwa penegakan hukum menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban umum, khususnya terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan provokasi maupun tindakan anarkis.
“Setiap tindakan yang terbukti melanggar hukum harus ditangani secara tegas dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Dari unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Drs. Hari Riyadi dan H. Deni Mulyadi menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta forum kemasyarakatan seperti Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Keterlibatan berbagai forum tersebut dinilai strategis untuk mendeteksi potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput, membangun dialog, serta meredam persoalan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan mengenai langkah-langkah pencegahan konflik sosial di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan Binkom ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik, serta memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat.
Sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menciptakan situasi Kabupaten Sukabumi yang aman, damai, dan kondusif.






