LINGKARPENA.ID | World Cleanup Day (WCD) adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan secara serentak di 191 negara di dunia. Aksi ini dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.
Aksi ini merupakan sebuah perwujudan peningkatan kepedulian terhadap umat manusia terhadap permasalahan sampah. Dengan tujuan menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan Bumi.
Kegiatan bertemakan “Kaum Muda Berbudaya Bersihkan Lingkungan” aksi tersebut terpusatkan di sungai Ciliwung, Kampung Gelonggong, RT 04/05, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, Sabtu (27/9/22). Gerakan World Cleanup Day 2022 (WCD) merupakan hari aksi tahunan yang mengajak masyarakat global untuk turun membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar.
Dimana tujuan utamanya adalah untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan dari limbah padat hingga sampah laut.
Terlibat dalam aksi kali ini Komunitas World Clean Up Kabupaten Bogor, Green Leader Indonesia bersama dengan komunitas, Universitas yang terhimpun dalam gerakan kali ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut Stake Holder terkait dari unsur Pemerintah Desa Kedung Waringin, Pemerintah Kecamatan, BPDHSL, PSLBH dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor serta Satgas Lingkungan Hidup.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Fadil. Ia menyampaikan, muda itu tidak harus muda, dengan semangat tinggi dengan keikhlasan yang besar, saat hati menjadi ikhlas, Insya Allah Tuhan akan me-Ridhoi.
“Jangan putus asa dan jangan merasa kita cukup untuk hari ini. Kita harap kedepan akan lebih baik lagi,” ujar Fadil.
Di lokasi yang sama saat dikonfirmasi Leader WCD Kabupaten Bogor Hapsari Nadella Ramadhani menguraikan, persoalan sampah di indonesia tidak ada habisnya. Untuk itu kegiatan WCD dirancang guna bahu membahu agar seluruh lapisan masyarakat dapat lebih peduli terhadap masalah persampahan.
“Jika semua aspek sudah terjalin dengan baik, maka harapan yang dicitakan-citakan bersama akan terwujud yaiutu Indonesia bersih dan bebas sampah,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dan dapat di aplikasikan serta tidak menjadi ajang ceremonial belaka.
“Kami berharap ini menjadi satu momentum dimana bisa mengajak lebih banyak para pihak. Baik tua ataupun muda dan lebih mempererat tali silaturahmi para pegiat lingkungan untuk menyebarkan semangat menjaga lingkungan,” ajak Hapsari.
Sementara koordinator Green Leader Indonesia, Hera mengajak kaum muda untuk bersama-bersama ikut mengambil peran penting untuk berpartisipasi dalam kegiatan World Up Clean Day agar bumi menjadi sehat.
“Alhamdulilah aksi World Clean Up kali ini dapat menghimpun sampah sebanyak 1 ton. Untuk itu kami mengajak kepada semua pihak khususnya warga setempat untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga alam sekitar,” tandasnya.
World Cleanup Day Indonesia (WCDI) pertama kali diperkenalkan oleh Let’s Do It! Indonesia pada tahun 2014. Let’s Do It! Indonesia yang merupakan organisasi di bawah naungan Let’s Do It! World Movement. Organisasi ini menggandeng berbagai komunitas untuk membentuk organisasi core team nasional di Indonesia dengan tujuan memimpin aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia.
Aksi bersih-bersih kali Ini menghasilkan sampah anorganik sebanyk satu ton dalam penghimpunannya. Selain itu WCD Kabupaten Bogor mengandeng ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia) dan Satgas Lingkungan Hidup Sosialisasi terkait persampahan tidak jauh dari tempat dilakukannya aksi.
Sekaligus dalam momentum tersebut membentuk Bank Sampah yang di dalam kepengerusannya dipunggawai para santri muda Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin yang berlokasi di wilayah tempat dilakukannya aksi Wold Clean Up Day 2022, di Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor Jawa Barat.**






