Aktivis Simpenan Desak Aparat dan Tangkap Pelaku Pengeroyokan Samson: “Ini Tidak Manusiawi!”

FOTO: Irgiana (39), seorang aktivis sosial asal Kebonturi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Kasus pengeroyokan terhadap Suherlan alias Samson (33) yang diduga berujung pada kematian terus menuai sorotan. Kali ini, Irgiana (39), seorang aktivis sosial asal Kebonturi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi angkat bicara dengan nada geram.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan dan menangkap serta menghukum para pelaku pengeroyokan Samson. Irgiana berujar bahwa tindakan mereka itu jelas melawan hukum atau secara adil.

Baca juga:  Gagahi Anak Dibawah Umur, Dua Pria Asal Surade Sukabumi Terancam 15 Tahun Penjara

 

“Saya atas nama relawan Peduli Skizofrenia Pelabuhanratu meminta agar para pelaku pengeroyokan Suherlan alias Samson segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya. Sampai hari ini mereka masih bebas berkeliaran,” tegas Irgiana kepada wartawan, Senin (5/5/2025).

 

Irgiana juga mengungkapkan bahwa keluarga korban, khususnya adik kandung Samson, menjadi korban intimidasi oleh para pelaku agar angkat kaki dari rumahnya sendiri.

Baca juga:  Oknum Guru di Sukabumi Diamankan Dugaan Tindak Asusila, Polisi Lakukan Pemeriksaan Mendalam

 

“Perbuatan mereka tidak hanya keji, tapi juga tidak manusiawi. Adik kandung almarhum terus diteror dan diusir dari rumahnya sendiri. Di mana keadilan?” ucapnya.

 

Sebagai seorang aktivis yang mengaku aktif dalam isu-isu sosial di wilayah Simpenan, Irgiana merasa geram atas lambatnya penanganan kasus yang ia nilai sebagai bentuk pembiaran terhadap ketidakadilan.

Baca juga:  Dalam Hitungan Menit Maling Sabet Motor di Parkiran Mini Market Cibereum Kota Sukabumi

 

“Saya mohon kepada para pemangku kebijakan agar serius menangani kasus ini. Para pelaku harus diamankan karena mereka nyata-nyata masih berkeliaran dan mengintimidasi adiknya samson” tandsnya.

Pos terkait