LINGKARPENA.ID | Peragaan manasik haji anak usia dini wilayah VI Kabupaten Sukabumi, diikuti tiga kecamatan, Waluran, Ciemas dan Kecamatan Cibitung, digelar di Lapangan Bonpis, Kampung Cigodeg, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/10/2024).
Kegiatan manasik dengan mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Berhaji Sejak Dini Kegiatanku, Ibadahku, Berhaji Cita Citaku”. Keragaan manasik haji ini diikuti oleh 110 lembaga dan 2000 peserta dari tiga kecamatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Himpaudi Kabupaten Sukabumi Aris Gindara, SPd, M.M., Para Camat dari tiga kecamatan peserta, para bunda Himpaudi.
Ketua Himpaudi Kabupaten Sukabumi Aris Gindara, S.Pd, M.M, menuturkan, kegiatan ini adalah simulasi Manasik haji untuk anak PAUD dari tiga kecamatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian upaya meningkatkan syiar Agama Islam sekaligus membentuk generasi penerus yang shaleh-shalehah.
“Dengan pelaksanaan praktek manasik haji diharapkan tertanam sejak dini cinta Allah dan rosul pada diri anak. Adapun salah satu upaya mengenalkan sekaligus memberikan pembelajaran, pemahaman serta pengamalan ajaran Agama Islam kepada anak-anak adalah melalui kegiatan peragaan manasik haji, ” ujarnya.
Sambung dia, menjadi harapan semua pihak agar para penerus generasi muda di Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah VI Jampangkulon menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, serta memiliki sumber daya manusia yang cerdas.
Berkaitan dengan pembangunan di bidang agama, maka upaya diarahkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dapat dilakukan melalui program peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran dan nilai-nilai agama, baik melalui lembaga-lembaga formal dan non formal.

“Kegiatan manasik haji bagi anak usia dini, merupakan salah satu upaya dasar dalam rangka pembelajaran Rukun Islam yang ke-5,” katanya.
“Kegiatan ini akan memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak., dimana pendidikan anak usia dini adalah pendidikan pada masa usia keemasan yang merupakan pendidikan fundamental, artinya memberikan penanaman karakter dalam pembentukan kepribadian anak menuju generasi bangsa yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia pada usia dini,” pungkas Aris.






