LINGKARPENA.ID | Anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Andri Hidayana menyebut, pelayanan kesehatan di beberapa Puskesmas tidak sesuai ekspektasi masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Andri, seperti kasus yang terjadi dan dialami warga masyarakat Kecamatan Kalibunder. Keluarga pasien harus membayar tambahan biaya perawatan atas pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas tersebut.
Menurut Andri, diakuinya kejadian seperti ini memang sudah lama menjadi keluhan warga masyarakat Pajampangan. Masyarakat kerap dibebankan harus membayar biaya pengobatan dengan dalih ABCD oleh pihak Puskesmas.
“Kalau saya berpendapat pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi ini tidak sesuai dengan visi misi pak Bupati Sukabumi,” tegas Andri Hidayana kepada Lingkarpena.id Selasa, 5 Desember 2023 di Pendopo Sukabumi.
Andri berharap, alasan klasik pihak Puskesmas yang selalu mengada-ada soal biaya tambahan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat ini dihentikan.
“Ya, ini malah berbanding terbalik dengan program visi misi Pak Bupati. Beliau sangat getol, mendorong dokter keliling dan lain-lain,” jelasnya.
“Saya menerima laporan ini tidak hanya di daerah pemilihan saya saja contohnya di Kecamatan Kalibunder. Tapi saya yakin diberbagai Daerahdi Sukabumi bisa jadi seperti itu,” tegasnya.
Lanjut Andri, disinyalir setiap Puskesmas membebankan biaya yang tidak tercover oleh BPJS terhadap masyarakat miskin.
“Lalu untuk apa ada APBD, itu kan gunanya untuk memenuhi biaya kesehatan. Kalau tidak bisa dicover oleh BPJS gunakan anggaran pemerintah yang sudah ada untuk menjamin kesehatan masyarakat,” tandasnya.
“Saya harap pemerintah bisa memperbaiki kejadian seperti ini. Ya tujuannya kan untuk kesenjangan masyarakat terutama dalam kesehatan,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bidang UPK Upaya dan Pembiayaan Kesehatan, H Cucu melalui sambungan teleponnya mengatakan, pihak Dinas Kesehatan dalam waktu dekat akan melakukan klarifikasi dengan terlebih dahulu mengunjungi Puskesmas yang bersangkutan.
“Insyaallah kami bersama Kepala Dinas nanti akan memberikan jawaban. Tapi, kami terlebih dahulu akan mengunjungi Puskesmas. Ya mencari tahu kebenaran informasi ini,” singkatnya.






