Atap Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Diterjang Hujan Deras, BPBD Sukabumi Pastikan Tidak Ada Korban

LINGKARPENA.ID | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan sebuah rumah warga di Kampung Gunungguruh RT 26 RW 13, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh mengalami kerusakan pada bagian atap, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Rumah milik Iwan yang dihuni satu kepala keluarga dengan satu jiwa tersebut dilaporkan ambruk pada bagian atapnya. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni serta intensitas hujan yang cukup tinggi.

 

Koordinator Lapangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Baca juga:  Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pelajar di Sukabumi

 

“Akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis sore, atap rumah milik warga di Desa Cikujang mengalami ambruk. Kondisi rumah memang sudah tidak layak huni, namun dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” ujar Daeng Sutisna dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

 

Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Pusdalops terus melakukan pemantauan kondisi wilayah, khususnya di daerah rawan bencana. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), media sosial, serta komunikasi radio.

Baca juga:  Peristiwa Maut di Desa Cicadas, Ibu Tewas Usai Jatuh ke Septic Tank

 

Selain itu, BPBD juga melakukan pengamatan titik rawan bencana melalui sejumlah aplikasi pemantauan kebencanaan seperti InaRisk, InaSAFE, dan InaWARE milik BNPB.

 

“Petugas Pusdalops juga terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana melalui informasi dari BMKG serta sistem peringatan dini yang kami terima setiap saat,” tambahnya.

 

Berdasarkan data pemantauan cuaca pada Jumat malam sekitar pukul 19.25 WIB, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau cerah dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius, arah angin dari barat dengan kecepatan 3 kilometer per jam serta kelembaban udara mencapai 76 persen.

Baca juga:  Pria Paruhbaya Sukabumi Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kontrakan

 

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

 

“BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana maupun rumah dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak,” pungkas Daeng Sutisna.

Pos terkait