LINGKARPENA.ID | Di era digital ini, gawai (gadget) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meskipun menawarkan berbagai manfaat dalam pembelajaran dan hiburan, penggunaan gawai yang berlebihan, terutama pada anak kecil, membawa sejumlah risiko serius bagi kesehatan fisik, mental dan perkembangan mereka.
Selain itu, isu radiasi dari ponsel juga menjadi kekhawatiran yang tidak boleh diabaikan.
Dampak Negatif Penggunaan Gawai Berlebihan
Anak-anak yang terlalu banyak bermain gawai berisiko mengalami kecanduan. Kecanduan ini dapat membuat anak begadang untuk terus bermain, menghambat produksi hormon melatonin yang mengatur pola tidur dan mengganggu irama sirkadian tubuh (pola siklus bangun dan tidur).
Akibatnya, mereka bisa mengalami insomnia dan berbagai gangguan kesehatan akibat kurang tidur.
Kecanduan gawai dapat membuat anak cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar, mengembangkan sikap penyendiri, dan kurang acuh. Hal ini menghambat kemampuan sosialisasi dan interaksi tatap muka dengan teman sebaya. Bahkan, dapat merenggangkan hubungan anak dengan orang tua.
Anak bisa menjadi individualistis dan egois serta memiliki kepribadian anti-sosial.
Gangguan Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Penggunaan gawai yang berlebihan, terutama pada usia 1–3 tahun, dapat mengganggu perkembangan kognitif karena otak anak sangat sensitif terhadap lingkungan. Layar gawai yang menampilkan gambar dengan ukuran yang sama dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak. Selain itu, gawai dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa karena anak kurang berinteraksi langsung dengan orang lain.
Pada balita, hal ini dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk pada bahasa, sosial-emosional, motorik dan kognitif.
Sering menundukkan leher saat bermain gawai dalam waktu lama dapat menambah beban pada leher dan tulang belakang, menyebabkan nyeri dan berisiko postur bungkuk.
Mata Kering, Lelah dan Minus: Menatap layar gawai terlalu lama mengurangi kedipan mata, menyebabkan mata kering, perih dan lelah. Otot mata yang terus bekerja juga dapat meningkatkan risiko mata minus (miopi).
Obesitas: Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu bermain gawai cenderung kurang melakukan aktivitas fisik, yang dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan terkait lainnya, seperti diabetes dan hipertensi di kemudian hari.* (dari berbagai sumber)






