Banjir Rendam Puluhan Rumah di Cikidang Sukabumi, Sejumlah KK Mengungsi

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu malam (31/1/2026), mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kampung Cikidang Hilir, Desa Cikidang.

 

Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, setelah hujan lebat turun sejak sore hari, ditambah kiriman air dari wilayah hulu sungai. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga di RW 002 dan RW 003.

 

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang, Elan Jaelani, mengatakan bahwa berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, sebanyak 21 rumah warga terdampak dan 21 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga terdekat.

Baca juga:  Satu Hilang, 5 Wisatawan Asal Kota Sukabumi Terseret Ombak Muara Cikaso Tegalbuleud

 

“Hujan deras yang terjadi sejak sore hari, ditambah aliran air dari hulu sungai, menyebabkan sungai meluap dan merendam rumah warga di dua RW. Saat ini tercatat sekitar 21 rumah terdampak dan 21 KK mengungsi sementara ke rumah warga sekitar,” ujar Elan Jaelani, Sabtu malam.

 

Elan menegaskan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik luka ringan maupun berat. Namun, sejumlah rumah terendam air dan lumpur sehingga aktivitas warga terganggu.

 

P2BK Cikidang bersama unsur terkait langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Koordinasi dilakukan dengan perangkat desa, Satpol PP Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta warga setempat.

Baca juga:  Damkar Kabupaten Sukabumi Turut Evakuasi Dua Pekerja Tertimbun Longsoran TPT di Palabuhanratu

 

“Kami telah melakukan koordinasi lintas sektor, melakukan asesmen ke lokasi kejadian, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan,” tambahnya.

 

Hingga laporan ini disusun, kondisi terakhir di lokasi banjir belum menunjukkan adanya perbaikan signifikan, meski cuaca dilaporkan sudah kembali reda. Sementara itu, taksiran kerugian masih dalam tahap pendataan.

 

Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi terdampak, antara lain: Bantuan personel dan peralatan,

Baca juga:  Pendistribusian Daging Kurban Bantuan Turki Menjadi Poin di Aksi Massa Desa Bojongsari

Alat pembersih lumpur, alat penyedot air,

Dan material pelapis atau alas lantai rumah.

 

Elan Jaelani menegaskan bahwa data yang disampaikan masih bersifat awal dan sementara, serta akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

 

“Data ini merupakan data awal hasil asesmen. Apabila ada perkembangan atau tambahan informasi, akan segera kami laporkan kembali,” pungkasnya.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Pusdalops mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pos terkait