Berawal Tak Sengaja, Kini Ira Pasarkan Lantak Adun di Sukabumi

FOTO: Sosok Ila Nurmala Sari saat memasarkan produk kripik singkong.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Ketekunan dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Ya itulah yang dialami Ila Nurmala Sari, wanita asal Kampung Selaawi RT 16/04, Desa Wanasari, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, yang jatuh bangun menggeluti bisnis keripik pisang lantak selama 5 tahun.

Dari modal ratusan ribu, kini Ila Nurmala Sari mampu meraup pendapatan Rp 3 juta sebulan dari bisnis yang digelutinya tersebut. Keripik pisang yang diproduksinya dengan brand Lantak Adun mulai diterima lidah konsumen di Sukabumi.

Usaha yang digeluti wanita berusia 33 tahun ini diakuinya berawal dari ketidaksengajaan. Ketika acara khitanan anaknya, Ila membuat keripik pisang untuk suguhan. Ternyata kudapan itu disukai banyak tamu.

Baca juga:  Kepala UPTD PSM dan Perwapas Sambut Baik Sidak Satgas Pangan

“Sebenarnya tidak ada niatan untuk jualan. Dulu, sewaktu ada acara hajatan saya bikin lantak buat suguhan, ternyata pada suka. Terus ada yang mengusulkan untuk jualan,” kenang Ila.

Karena dukungan teman, saudara bahkan tetangga, Ahir tahun 2019 Ila mencoba membuat keripik pisang dengan modal ratusan ribu. Hasil olahannya itu kemudian ia titipkan ke kakaknya untuk dijual ditempat kerjanya.

Baca juga:  Produksi Ikan Asin di Desa Sangrawayang Capai 1 Ton Perhari

Sejatinya, perempuan asal salabintana ini hanya iseng mencoba bisnis keripik lantak, gayung bersambut ternyata banyak yang berminat dengan hasil olahannya.

“Awalnya iseng-iseng karena dorongan teman teman, ternyata banyak yang minat. Disitu saya jualan online lewat facebook dan whatsapp pelan-pelan,” kata Ila Nurmala Sari kepada lingkarpena

Hanya dengan modal awal Rp 200 ribu, yang merupakan uang terakhir di dompetnya, Ila membeli bahan baku . Dari sini, pesanan keripik lantak mulai datang dan itu membuat Ila semakin bersemangat.

Selama 5 tahun, Ila mengalami jatuh bangun dalam menjalankan usaha keripik pisangnya sebelum meraih kesuksesan seperti saat ini.

Baca juga:  Angkat Potensi Berbasis Budaya, Sekda: "Drama Thriller Teluh Jampang" Beri Edukasi dan Dorong UMKM

Setiap kali jatuh, ia bangkit untuk memulai hal baru. Berprinsip bahwa jatuh bangun, gagal dan mencoba kembali adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia bisnis.

Kini usaha yang dijalankan Ila mulai menemukan titik terang. Dengan brand Lantak Adun, Ila pasarkan hasil olahannya itu melalui media sosial

Mengakhiri obrolan dengan perempuan bersuamikan seorang karyawan swasta ini, ia mengharap kepada pemerintah untuk membantu permodalan.

Pos terkait