BNNK Sukabumi Sebut Penyalahgunaan Narkoba Turun di Tahun 2023, Segini Angkanya

LINGKARPENA.ID | Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sukabumi menyebut angka penyalahgunaan narkoba di tahun 2023, turun menjadi 1,73 Persen dari tahun sebelumnya di angka 1,95 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNK Sukabumi, Sudirman dalam konferensi persnya di Aula Kantor BNNK Sukabumi, Jalan RA Kosasih Ngaweng Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Kamis (28/12/2023).

“Iya, berdasarkan data prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan angka sebesar 1,80 persen. Di mana terjadi peningkatan di tahun 2022 menjadi 1,95 persen dan di tahun 2023 terjadi penurunan angka menjadi 1,73 Persen atau sebanyak 3,3  jiwa terpapar narkoba selama satu tahun terakhir,” kata Sudirman dihadapan awak media.

Baca juga:  Akselerasi Vaksin Presisi Polres Sukabumi Kota Kembali Dimulai, Catat Waktunya

Lanjut dia, pemakai usia produktif 25 tahun sampai 49 tahun cenderung masih menjadi kelompok umur soal penyalahgunaan tertinggi dibanding kelompok umur lainnya.

Secara umum terjadi penurunan angka prevelansi kecuali untuk pelajar sekolah pernah pakai mengalami kenaikan. Sedangkan pekerja kecenderungan risiko terpapar narkoba lebih besar dibanding lainnya. Ganja dan sabu-sabu masih merupakan jenis narkoba tertinggi yang disalahgunakan.

“Intruksi presiden (Inpres) nomer 2 tahun 2020 tentang rencana aksi Nasional P4GN, surat edaran menteri dalam negeri Republik Indonesia nomor 354/5575/SJ tentang Bupati Sukabumi dan Wali Kota Sukabumi. Jadi upaya yang telah dilakukan yakni dengan terbentuknya perda Kabupaten Sukabumi nomor 4 tahun 2020 dilanjutkan dengan rencana aksi daerah tahun 2021-2024 serta perda Kota Sukabumi nomor 4 tahun 2023,” bebernya.

Baca juga:  Klinik Jasa Laboratorium MCU di Cikole Kota Sukabumi, Hadir Berikan Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Selain itu sambung Sudirman, penanganan permasalahan narkoba dilakukan melalui strategi demand reductiion dan supply reductiion adalah memutus mata rantai para pengguna narkoba. Sementara supply reductiion bertujuan memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai dengan jaringan pengedarnya.

“Adapun langkah preventif untuk membentuk dan meningkatkan ketahanan masyarakat Sukabumi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba BNNK Sukabumi telah melaksanakan berbagai upaya kegiatan pencegahan baik berupa advokasi, sosialisasi, dan kampanya WAR ON DRUGS pada tahun 2023 melibatkan lebih dari 100.000 orang terdiri dari kelompok masyarakat. Instansi pemerintah dan Instansi Swasta serta lingkungan pendidikan (Pelajar atau Mahasiswa),” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkot Sukabumi Gelar Audit Percepatan Kasus Stunting

Masih kata Sudriman, perlu diketahui kampanya perang melawan narkoba terus digaungkan secara selaras dengan giat Gema War On Drugs dengan menyanyikan lagu Mars BNN anti narkoba lebih dari 80 ribu orang berpartisipasi dalam kampanye tersebut mengantarkan Sukabumi mendapatkan penghargaan oleh Kepala BNN Republik Indonesia dalam kategori peserta terbanyak secara nasional.

“Disamping itu pembentukan satgas dan relawan anti narkoba sebanyak 120 orang dan penggiat anti narkoba sebanyak 48 orang . Dan juga di tahun 2023 BNNK Sukabumi meluncurkan program unggulan yakni Bersih Narkoba (Bersinar) di wilayah 45 Kecamatan Kabupaten Sukabumi dan 3 Kecamatan wilayah Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Pos terkait