Buntut Pemecatan Tiga Wakasek SDIT di Kota Sukabumi Ratusan Siswa Terlantar

Situasi saat dilakukan klarifikasi di SDIT Insani pasca sejumlah guru mogok mengajar.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sebanyak 458 pelajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insani, yang berlokasi di Jalan Karamat, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, terlantar. Hal itu disebabkan akibat puluhan guru mogok mengajar, Senin (28/08/2023).

Dari informasi yang dihimpun Lingkarpena.id, insiden itu terjadi saat Yayasan Dahira Insani melayangkan Surat Keputusan (SK) pemecatan secara sepihak terhadap Kepala Sekolah SDIT Insani. Ketiga orang tersebut diantaranya Muhamad Deni Irawan, Wakasek Kesiswaan Herra Taufiq dan Wakasek Kurikulum Dini Anggraeni.

Sontak, kejadian itu berdampak terhadap kekecewaaan puluhan guru serentak melakukan boikot untuk tidak mengajar hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut salah seorang perwakilan orang tua siswa, Irwansyah mengatakan, aksi mogok belajar yang diakibatkan pemecatan sebelah pihak tersebut sangat merugikan para siswa karena tidak dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Kami sangat menyayangkan adanya aksi pemecatan sebelah pihak yang mengakibatkan para guru mogok mengajar. Sehingga para siswa tidak bisa mengikuti proses KBM,” kata Irwansyah kepada Lingkarpena.id.

Baca juga:  Zainal Abidin, Lepas Kendaraan Gerai Vaksinasi Keliling Pertama

Lanjut dia, akibatnya para siswa terlantar, sehingga orang tua siswa saat ini mendatangi SDIT Insani untuk mendesak agar pihak yayasan dapat menyelesaikan persoalan internal yang terjadi sehingga para siswa dapat kembali mengikuti KBM.

“Permintaan para orang tua hanya satu, kembalikan para guru yang sudah diberhentikan secara sepihak oleh pihak yayasan. Dengan negitu, maka siswa dapat kembali mengikuti KBM,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Wakasek Kesiswaan SDIT Insani sekaligus salah satu korban pemecatan secara sepihak, Herra Taufiq menjelaskan, pada 25 Agustus tiga orang guru termasuk kepala sekolah mendapatkan SK pemberhentian dari pihak yayasan.

“Dari dasar itu semua guru yang memiliki perasaan mereka bergerak tanpa ada paksaan dan dorongan dari kami untuk melakukan aksi tidak melakukan KBM. Karena itu, siswa tidak ada yang membimbing,” ungkapnya.

Setelah diketahui tidak ada KBM di sekolah, sambung Hera, akhirnya orang tua siswa berkumpul dengan komite sekolah, pihak yayasan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para guru.

Baca juga:  Bangun Harmonisasi Pengembangan Daerah, Wabup Tandatangani MoU Mitra Kerja dengan LLDIKTI Wilayah IV

“Barusan ada mediasi namun belum ada titik temu sehingga mediasi akan dilakukan pada Selasa (29/8) di Dinas Pendidikan. Mudah-mudahan ada solusinya,” ucapnya.

Disinggung wartawan soal pemecatan, Hera mengaku, hingga saat ini belum mengetahui alasan yayasan memecat tiga orang guru tersebut.

“Alasan pastinya tidak tau, tetapi sepertinya karena salah satunya tidak menghadiri undangan wisuda SMA sehingga pihak yayasan menganggap kami tidak menghargai undangan tersebut. Namun demimian persoalan itu sudah diselesaikan dengan baik,” singkatnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Roni Abdulrahman menerangkan, kehadiran Disdikbud saat ini karena banyaknya orang tua siswa yang melaporkan kejadian tersebut sehingga Disdikbud langsung menyambangi SDIT Insani.

“Ya, kedatangan kami di sini karna banyaknya laporan baik melalui telpon dan WA. Para orang tua melaporkan bahwa siswa SDIT Insani terlantar. Hadir ke sekolah tetapi tidak ada guru di sekolah, sehingga kami mencoba dari awal berkomunikasi mengirimkan utusan dari Disdik menyikapi permasalahan yang dilaporkan orang tua,” terangnya.

Baca juga:  Hasil Kesepakatan Bersama, Ini Nominal Kenaikan UMK Kota Sukabumi Tahun 2023

Hingga sore ini, Disdikbud berupaya memfasilitasi atau memediasi pembicaraan antara pihak yayasan dengan orang tua siswa.

“Makanya kami hadir meskipun kami tidak diundang untuk bisa melihat seperti apa permasalahan yang terjadi dari ke dua belah pihak. Alhamdulillah meskipun belum tuntas, insyallah besok kami akan memediasi mereka, komunikas antara yayasan dengan pihak dewan sekolah termasuk komite sekolah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, terkait nasib para pelajar Disdikbud sudah meminta kepada orang tua agar lebih bersabar minimal sehari lagi tetap belajar di rumah.

“Kami sudah memita ornag tua siswa untuk belajar di rumah sementara waktu agar memberi kesempatan pada dewan sekolah atau para pendidik bisa berbincang menyelesaikan permasalahan dengan pihak yayasan yang insyaallah akan dimediasi besok,” pungkasnya.

Pos terkait