LINGKARPENA.ID | Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi dalam dua hari terakhir memicu berbagai kejadian bencana alam.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat sedikitnya lima kejadian bencana hingga Selasa (20/1/2026) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa seluruh kejadian telah ditangani bersama unsur terkait dan dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
“Alhamdulillah, dari seluruh kejadian bencana yang dilaporkan, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun beberapa kejadian berdampak pada terganggunya aktivitas dan akses masyarakat,” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/1/2026).
Salah satu kejadian terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB di tanjakan Cipecang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan pohon tumbang yang sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan. Petugas bersama warga setempat segera melakukan penanganan agar akses kembali normal.
Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan robohnya jembatan di Kampung Kamandoran RT 03 RW 09, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Jembatan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar sekitar satu meter tersebut kini tidak dapat dilalui. Jembatan itu diketahui merupakan akses alternatif kedua warga menuju wilayah Cibadak serta kerap digunakan oleh pelajar.
“Akibat jembatan roboh, mobilitas warga dan aktivitas pelajar cukup terganggu. Saat ini warga terpaksa menggunakan jalur lain yang lebih jauh,” jelas BPBD.
Kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Limusnunggal RT 21 RW 10, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, pada Senin (19/1/2026) pukul 13.00 WIB. Longsoran tanah mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) jebol sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi tiga meter dan lebar satu meter. Akibatnya, saluran air terputus dan berpotensi mengganggu pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 40 hektare.
Masih pada hari yang sama, pohon jati tumbang di Kampung Citundun RT 049 RW 021, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, sekitar pukul 14.15 WIB. Pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang tersebut sempat menutup akses jalan desa.
Sementara itu, peristiwa gerakan tanah terjadi di Kampung Seuseupan RT 01 RW 05, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.35 WIB. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan satu unit rumah milik Mumun roboh. Rumah tersebut diketahui sudah dalam kondisi lapuk dan dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total empat jiwa.
“BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak meluas,” pungkas BPBD.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah.






