LINGKARPENA.ID | Upaya menekan angka kecelakaan laut (laka laut) di kawasan wisata pantai terus diperkuat Polres Sukabumi. Salah satunya melalui rapat koordinasi (rakor) lintas sektor yang digelar di Aula Mapolres Sukabumi, Selasa (20/1/2026).
Rakor tersebut melibatkan unsur Polda Jawa Barat, pemerintah daerah, pengelola hotel, pelaku wisata bahari, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjamin keselamatan wisatawan di wilayah pesisir Sukabumi.
Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian menegaskan, keselamatan wisatawan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Hari ini kita duduk bersama untuk memastikan wisatawan yang datang ke Kabupaten Sukabumi merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Jika kita abai dan tidak berbuat, maka itu berarti kita tidak menjalankan amanah,” tegas AKBP Samian.
Ia menyoroti masih tingginya potensi kecelakaan laut akibat faktor alam dan kelalaian manusia. Oleh karena itu, Kapolres meminta agar personel pengamanan ditempatkan di titik-titik rawan, pemasangan bendera merah diperketat, serta pengawasan di bibir pantai ditingkatkan.
“Personel harus hadir di lokasi rawan, bendera larangan berenang wajib dipasang, dan pengelola hotel maupun wisata air harus memastikan SOP keselamatan diterapkan dengan baik,” ujarnya.
Selain pengamanan, edukasi kepada wisatawan juga menjadi perhatian utama. Kapolres menekankan pentingnya penyediaan informasi, formulir registrasi pengunjung, hingga kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung bagi wisatawan yang beraktivitas di laut.
“Keselamatan adalah kunci. Sarana harus memadai, pengawasan berjalan, sehingga wisatawan nyaman, ekonomi lokal bergerak, dan laka laut bisa kita tekan bersama,” tambahnya.

Polres Sukabumi berharap melalui sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan pelaku usaha, kawasan wisata pantai di Sukabumi dapat menjadi destinasi yang aman, tertib dan berkelanjutan.






